Selasa, 10 Sep 2019 11:47 WIB

Studi WHO Sebut Setiap 40 Detik, Satu Orang Meninggal Karena Bunuh Diri

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini mengeluarkan fakta yang mengejutkan. Tertulis setiap 40 detik, satu orang meninggal bunuh diri yang jumlahnya lebih banyak daripada korban perang.

Data dari WHO menyebut gantung diri, meracuni diri, dan menembak diri sendiri adalah metode yang paling banyak dilakukan. Karenanya WHO mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk segera mengadopsi pencegahan bunuh diri untuk membantu setiap orang mengatasi stres dan mengurangi akses ke sarana bunuh diri.

Tercatat 800.000 orang meninggal karena bunuh diri di seluruh dunia tiap tahunnya. Di Amerika Serikat, Kementerian Kesehatan mendesak agar mengambil langkah untuk membatasi pembelian senjata.


"Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat global. Semua usia, jenis kelamin dan wilayah di dunia terkena dampaknya dan setiap kematian, meski hanya satu orang, itu sudah sangat banyak," tulis laporan WHO dikutip dari Daily Mail.

Bunuh diri adalah penyebab utama kematian kedua di antara usia 15 dan 29 tahun setelah cedera di jalan. Pada remaja wanita, bunuh diri dilakukan oleh remaja yang masih berusia 15-19 tahun.

Orang yang meninggal karena bunuh diri tercatat lebih banyak dari korban malaria, kanker payudara, atau korban perang. Laporan tersebut juga menunjukkan pria lebih cenderung memiliki keinginan bunuh diri daripada wanita.

"Bunuh diri bisa dicegah. Kami menyerukan semua negara untuk memasukkan strategi pencegahan bunuh diri ke dalam program kesehatan dan pendidikan nasional," pungkas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.



Simak Video "Rasa Ingin Bunuh Diri Bisa Dicegah!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)