Selasa, 10 Sep 2019 13:56 WIB

Kondisi Menurun, Apa Olahraga yang Cocok Buat Lanjut Usia ?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstocks Foto: shutterstocks
Jakarta - Olahraga memang berguna menjaga kesehatan tubuh agar tetap segar dan sehat. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, kondisi fisik umumnya semakin menurun. Terkadang, bagi para lansia jangankan untuk berolahraga, melakukan aktivitas sehari-hari pun terasa sulit.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, usia tua atau lansia terkadang sangat menakutkan bagi seseorang yang akan memasuki usia tersebut. Menurut dr Muliaman, lansia terbagi menjadi lima klasifikasi. Pertama, pralansia yang berusia antara 45-59 tahun. Kedua, lansia yang berusia 60 tahun atau lebih. Ketiga, lansia risiko tinggi, orang yang berusia 60 tahun atau lebih atau orang yang berusia 70 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan.

"Keempat, lansia potensial lansia yang masih mampu melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan barang atau jasa. Terakhir, lansia tidak potensial atau tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, Selasa (10/9/2019).

Meski sudah memasuki usia lanjut, menurut dr Muliaman, bagi masih ada beberapa olahraga yang bisa dijalankan oleh mereka. Hal ini dilakukan agar tetap berada dalam gaya hidup sehat, sebelum berbagai penyakit yang tidak diinginkan datang.

dr Muliaman menyarankan, olahraga yang cocok untuk lansia tentu harus disesuaikan dengan kebugaran tubuhnya. Biasanya olahraga yang sifatnya senam aerobik intensitas sedang. Selain itu, bisa juga aktivitas aerobik intensitas tinggi seperti jogging, jalan pagi dan senam yang tidak begitu berat, serta berenang pun bisa dilakukan.

"Lamanya 30 menit per hari, atau 150 Menit dalam seminggu. Bisa dilakukan saat pagi atau sore, tapi diusahakan dilakukan saat pagi hari. Manfaat olahraga pada orang tua adalah melatih kardio atau jantung, melatih keseimbangan tubuh, dan melatih kekuatan atau ketahanan otot," ujarnya.

Selain itu, lanjut dr Muliaman, mereka juga harus melengkapi kebutuhan nutrisi selain berolahraga. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh lansia dalam memilih makanan. Hal itu karena absorpsi sudah berbeda dan metabolisme tubuh sudah menurun.

Dikatakan dr Muliaman, nutrisi yang harus dieprhatikan pada saat usia lansia, terutama di atas 60 tahun adalah tinggi protein, terutama untuk mempertahankan massa otot. Selain itu, makanan yang rendah Lemak dan gula.

Jangan berikan makanan yang meningkatkan gula darah terlalu cepat. Kemudian, tinggi kalsium karena pada usia lansia butuh intake kalsium 1000-1200 mg/hari. Serta tinggi serat untuk bisa membantu pencernaan dan memberi rasa kenyang yang lama. Lengkapi dengan vitamin dan mineral seperti vit D3, fosfor, dan zat besi," paparnya.

dr Muliaman menambahkan, dari kandungan nutrisi tersebut, beberapa makanan yang dianjurkan adalah nasi dan lauk pauk yang gampang dikunyah. Seperti ikan, tahu tempe, putih telur, dan daging yang sudah di suwir-suwir atau seratnya yang halus.

"Jangan yang terlalu keras dan alot lauknya, perbanyak makan sayur dan buah. Makan bisa 3 kali sehari seperti biasa. Dan karena ada kebutuhan nutrisi yang sering tidak terpenuhi maka bisa ditambahkan susu yang padat kalori sebagai pengganti salah satu makan," ujarnya.

Nah, salah satu susu yang tinge protein, tinggi serat dan tinggi kalsium mereka dapat memilih susu Entrasol Senior. Susu ini dilengkapi gizi dengan kandungan formula PROCARE. Selain itu, Entrasol Senior dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro seseorang di usia 60 tahun ke atas.





Simak Video "Kapan Waktu Yang Tepat Lakukan Olahraga Saat Puasa?"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)