Selasa, 10 Sep 2019 16:12 WIB

Soal PB Djarum Vs KPAI, Menkes Ungkit Data Perilaku Merokok pada Anak

Rosmha Widiyani - detikHealth
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (Foto: Agung Pambudhy) Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum mengundang perhatian banyak pihak. PB Djarum memutuskan menghentikan audisi pencarian bibit atlet bulutangkis.

Terkait polemik ini, Kementerian Kesehatan memiliki standing point sendiri. Kemenkes memilih fokus pada perlindungan anak-anak menghadapi bahaya dan efek rokok.

"Kami menjaga, melindungi, jangan sampai anak-anak mendapat penyakit nanti repot lagi. Kita membatasi jangan sampai anak-anak merokok dan membahayakan kesehatannya. Kita memberikan perlindungan," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di sela The 1st Technofarmalkes 2019 pada Selasa (10/9/2019).



Menkes Nila mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang menyatakan, perilaku rokok pada remaja mencapai 9,1 persen. Angka ini meningkat dibanding Riskesdas 2013 sebesar 7,2 persen.

"Harusnya kita turunkan 5 persen, sekarang naik 9,1 persen. Anak-anak ini harus kita lindungi," kata Menkes Nila.

Menurut Menkes Nila, anak cepat sekali terpengaruh pada hal-hal yang dinilai menarik. Jika anak sampai mencoba rokok maka dia berisiko mengalami berbagai penyakit seiring masa dan jumlah konsumsi.

"Kami meminta sekali dalam hal merokok. Coba dipikir anak-anak tertarik nggak kalau lihat gambar yang bagus. Jangan sampai anak-anak merokok," ujar Menkes Nila.



Simak Video "Benarkah Penderita Maag Tidak Boleh Minum Air Dingin?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)