Rabu, 11 Sep 2019 11:06 WIB

Termakan Hoax, Pria Ini ke RS karena Bawang Putih Nyangkut di Telinga

Firdaus Anwar - detikHealth
Bawang putih tidak bisa dipakai untuk nyeri telinga. (Foto: Shutterstocks) Bawang putih tidak bisa dipakai untuk nyeri telinga. (Foto: Shutterstocks)
Jakarta - Seorang pria bernama Wang dari Provinsi Shandong, China, harus mendatangi dokter di rumah sakit dengan kondisi unik bawang putih tersangkut di lubang telinga. Hal ini terjadi karena ia percaya informasi hoax tentang manfaat bawang putih.

Dilaporkan China Press Wang awalnya mengaku kesulitan tidur karena sakit di telinga yang mengganggu. Ia kemudian menyaksikan video di internet yang menyebut bahwa bawang putih mengandung senyawa antiradang allicin yang bermanfaat untuk melawan nyeri termasuk sakit telinga.

Wang langsung mencoba dengan mengupas sesiung bawang putih, membelahnya jadi dua, lalu memasukkan sebagian ke telinga.

Dampaknya bukan rasa nyeri yang reda Wang malah panik karena bawang putih tersangkut tidak bisa dikeluarkan dari telinga. Ia pada akhirnya terpaksa meminta bantuan dokter di rumah sakit untuk mengeluarkan bawang.


Dokter menyebut tidak ada bukti ilmiah efek antiinflamasi bawang putih bisa digunakan sebagai obat nyeri telinga. Wang disarankan segera menemui dokter bila merasa ada masalah kesehatan bukan malah percaya obat yang tidak jelas sumbernya.

Di Indonesia sendiri informasi hoax terkait bawang putih juga sempat viral. Disebutkan bahwa bawang putih yang ditempelkan di tangan bisa membantu mengobati nyeri gigi.

Menanggapinya Ketua Junior Doctors Network (JDN) Indonesia dr Andi Khomeini Takdir, SpPD, menyebut bahwa informasi soal bawang putih bisa jadi obat sakit gigi dengan ditempelkan di tangan adalah keliru. Bawang putih diakuinya memang punya manfaat antiinflamasi dan membantu kendalikan hipertensi serta kolesterol.

"Ada efek antiinflamasi dari alium sativum, nama latinnya (bawang putih -red). Tapi ya nggak ditempel juga kali, (buat) dimakan. Dan bukan buat sakit gigi. Gigi dibersihkan dan dirawat," kata pria yang akrab disapa dr Koko ini.



Simak Video "Melihat RS Universitas Indonesia, ''Green Hospital'' yang Tahan Gempa"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)