Rabu, 11 Sep 2019 13:38 WIB

Kata Psikolog Soal Fenomena 'Revenge Porn' Terkait Video Porno Sumedang

Michelle Natasya - detikHealth
Beredarnya video porno kerap dilatarbelakangi fenomena rrevenge porn (Foto: iStock) Beredarnya video porno kerap dilatarbelakangi fenomena rrevenge porn (Foto: iStock)
Jakarta - Peredaran video maupun foto mesum kerap dilatarbelakangi oleh fenomena revenge porn. Apa itu revenge porn? Sederhananya, ini merupakan tindakan penyebaran konten foto atau video pornografi seseorang untuk tujuan balas dendam.

Salah satu kasus revenge porn baru-baru ini terjadi di kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Diberitakan, seorang pria berinisial AIS (34) diduga menyebarkan video adegan seks dirinya dengan seorang perempuan berinisial YS (34) karena tak terima hubungan gelapnya diputuskan secara sepihak. Dugaan ini mencuat karena hanya AIS yang merekam dan memiliki video tersebut.



Praktisi psikologi Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan bahwa seseorang mampu atau tega melakukan revenge porn karena secara psikologis rasa sakit hati, luka hati, kemarahan yang terpendam, dan dendam memang bisa menghasilkan perilaku tertentu. Biasanya pelaku akan berpikir untuk melukai orang yang dianggap menjadi penyebab kemarahan tersebut.

"Caranya bisa macam macam, biasanya yang dicari adalah kelemahan korban," kata Nuzulia saat dihubungi detikHealth, Rabu (11/9/2019).

Dalam kasus revenge porn, foto atau video tersebutlah yang dianggap sebagai kelemahan korban sehingga pelaku akan menggunakannya untuk tujuan balas dendam. Nuzulia mengingatkan bahwa pasangan yang baik tidak akan melakukan hal yang merugikan pasangannya.

"Justru harusnya melindungi pasangannya untuk masa sekarang dan masa depan," pesannya.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)