Rabu, 11 Sep 2019 16:22 WIB

Apa Itu Glaukoma? Kondisi pada Kasus Viral Remaja Buta Disebut Karena Game

Firdaus Anwar - detikHealth
Surya menjalani pemeriksaan mata. (Foto: Khairul Ikhwan Damanik/detikcom) Surya menjalani pemeriksaan mata. (Foto: Khairul Ikhwan Damanik/detikcom)
Jakarta - Surya Utama (19) asal Asahan, Sumatera Utara, viral di media sosial. Ia mengaku mengalami kebutaan kemungkinan karena terlalu sering main game di handphone dalam sehari bisa sampai lima jam.

"Sehari bisa lima, terkadang tiga jam saja. Bisa main game sampai jam dua atau jam tiga pagi," kata Surya.

dr Pinto Pulungan dari Rumah Sakit Mata, Sumatera Eye Center (SMEC), yang menangani Surya menjelaskan kalau kebutaannya disebabkan karena kondisi glaukoma. Penyakit tersebut tidak disebabkan permainan gawai atau alat komputer.


Glaukoma terjadi ketika saraf optik mata mengalami kerusakan akibat tekanan tinggi pada bola mata. Karena yang rusak adalah saraf, maka kebutaan pasien glaukoma bersifat permanen.

Menurut keterangan American Academy of Ophthalmology (AAO) ada beberapa faktor yang bisa jadi risiko glaukoma mulai dari usia tua di atas 40 tahun, punya rabun jauh atau dekat, ada sejarah keluarga, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga penggunaan obat jangka panjang.

Terhadap kasus glaukoma ini menurut dr Pulungan penanganan medis yang dilakukan dengan cara diberikan obat-obat untuk menurunkan tekanan bola mata hingga bisa kembali normal. Bila tidak tercapai angka normal, bisa dilakukan operasi.

"Bisa lakukan tindakan dengan sinar laser, operasi, yang sesuai kebutuhan untuk mencapai angka normal tadi. Makin normal dia, kebutaannya makin lama. Karena dia kan tidak akan mungkin sembuh. Kita lakukan penurunan tekanan untuk memperpanjang penglihatan dia," pungkasnya.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)