Rabu, 11 Sep 2019 19:58 WIB

Soal Kebocoran Klep Jantung yang Disebut Pernah Dialami BJ Habibie Semasa Hidup

Widiya Wiyanti - detikHealth
BJ Habibie meninggal dunia karena gagal jantung. Foto: Antara Foto BJ Habibie meninggal dunia karena gagal jantung. Foto: Antara Foto
Jakarta - Putra bungsu BJ Habibie, Thareq Kemal menyatakan bahwa jantung sang ayah akhirnya menyerah. Presiden RI ke-3 itu pun tutup usia pada 18.05 WIB petang ini di usia 83 tahun.

"Organ-organ melemah menjadi tidak kuat lagi. Pukul 18.05 jantungnya dengan sendiri menyerah sampai titik akhir. Saya ada di situ," kata Thareq.

Masalah jantung yang dialami Habibie disebut sudah diidapnya sejak usia muda. Hingga akhirnya, ia harus memasang klep jantung untuk membantu jantungnya bekerja dengan baik.

Namun pada Maret 2018, Habibie dirawat di salah satu rumah sakit di Munchen, Jerman yang diduga disebabkan karena ada kebocoran pada klep jantung yang dipasang. Seperti apa kebocoran klep jantung?

Kebocoran klep jantung merupakan kondisi di mana klep jantung tidak berfungsi dengan baik, tidak menutup dan tidak kembali seperti semula. Gangguan ini membuat darah sulit mengalir ke ruangan (bilik jantung) atau pembuluh darah seharusnya. Darah yang seharusnya mengalir ke pembuluh darah bisa berbalik kembali ke dalam jantung. Akibatnya, jumlah darah yang dialirkan ke tubuh akan berkurang.



Gejala kebocoran klep jantung biasanya tidak terlihat. Namun jika kebocoran terjadi di lebih dari satu klep jantung, maka ada beberapa gejala yang bisa timbul antara lain:

- Bunyi detak jantung yang abnormal
- Dyspnea atau kesulitan bernapas ketika berbaring
- Rasa lemas
- Kaki yang bengkak

Dikutip dari WebMD, jika kebocoran klep jantung semakin parah, gangguan aliran darah juga akan semakin buruk. Fatalnya, pengidap kebocoran klep jantung dapat mengalami gagal jantung.



Simak Video "Benarkah Penderita Maag Tidak Boleh Minum Air Dingin?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)