Kamis, 12 Sep 2019 06:30 WIB

Berbagai Komplikasi pada Kebocoran Klep Jantung Seperti Dialami BJ Habibie

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kebocoran klep jantung bisa memicu berbagai komplikasi (Foto: Getty Images) Kebocoran klep jantung bisa memicu berbagai komplikasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Tutup usia di 83 tahun, Presiden RI ke-3 BJ Habibie akan dimakamkan di di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, tepat samping makam istri tercinta, Ainun Habibie. Habibie meninggal disebut karena mengalami gagal jantung.

"Alasan kenapa meninggal adalah karena sudah menua dan memang kemarin kan saya katakan, bahwa gagal jantung, yang mengakibatkan, karena penuaaan itu karena memang orang menjadi tua. Organ-organ itu melemah menjadi tidak kuat lagi," kata Thareq Khemal Habibie, putra bungsu Habibie.

Habibie pernah mengalami kebocoran klep jantung pada tahun 2018 lalu. Gagal jantung pun menjadi salah satu komplikasi yang bisa terjadi saat kebocoran klep jantung sudah semakin parah.



Berikut penjelasan dan beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien kebocoran klep jantung:

1. Gagal jantung

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu lagi menyuplai cukup darah untuk tubuh. Pada pasien kebocoran klep jantung, kerusakan klep yang fatal membuat darah tidak bisa dialikarkan sempurna, dan malah berbalik lagi masuk ke jantung.

Dengan begitu, bilik jantung sebelah kiri akan membengkak karena menampung darah yang tidak terpompa. Tak ditangani, hal ini membuat jantung melemah dan tidak berfungsi dengan baik.

Membengkaknya bilik jantung sebelah kiri juga bisa menyebkan bilik sebelah kanan tertekan, yang memicu nyeri dada.

2. Gangguan irama jantung

Pembengkakan bilik jantung sebelah kiri juga bisa memicu terjadinya gangguan irama jantung. Gangguan irama jantung ditandai dengan bunyi detak jantung yang abnormal dan tidak teratur, kadang terlalu cepat, dan kadang terlalu lambat.

Gangguan irama jantung bisa menyebabkan terjadinya pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Sumbatan pembuluh darah ini bisa mengakibatkan stroke yang meiliki risiko fatal.

3. Hipertensi paru-paru

Hipertensi paru-paru atau pulmonary hypertension merupakan kondisi di mana hipertensi (tekanan darah tinggi) yang terjadi berpengaruh ke paru-paru. Penyakit ini terjadi karena tekanan darah tinggi menghambat aliran darah yang melalui paru.

Membengkaknya bilik jantung sebelah kiri rentan membuat bilik jantung sebelah kanan mengalami kegagalan fungsi. Akibatnya, terjadi penyumbatan, penyempitan, atau kerusakan pada pembuluh darah kapiler di dalam paru-paru.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)