Dua Anggota Boyband NCT Jadi Raja Kafein, Waspada Efeknya Bagi Tubuh!

Dua Anggota Boyband NCT Jadi Raja Kafein, Waspada Efeknya Bagi Tubuh!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 13 Sep 2019 12:47 WIB
Dua Anggota Boyband NCT Jadi Raja Kafein, Waspada Efeknya Bagi Tubuh!
Jaehyun akan jadi raja kafein di grupnya setelah Jaemin. (Foto: dok NCTsmtown)
Jakarta - Baru-baru ini, dirangkum dari Koreaboo, Jaehyun NCT dalam sehari dapat mengkonsumsi lebih dari lima gelas kopi ice americano. Jumlah ini hampir mendekati rekor teman satu grupnya, Jaemin yang memiliki kebiasaan ekstrim, yaitu bisa mengkonsumsi hingga enam gelas kopi setiap harinya.

Jika dilihat dari sisi kesehatan, kebiasaan dua anggota NCT ini memang sangat tidak sehat. Menurut penelitian, terlalu banyak mengkonsumsi kopi atau kafein dapat menimbulkan efek negatif seperti susah tidur, sakit perut, hingga mempengaruhi jantung.

Dikutip dari Healthline, berikut ini 8 efek buruk yang disebabkan oleh kafein berlebih untuk tubuh:

Kecemasan

Foto: Shutterstock
Mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang lebih besar dapat menyebabkan kecemasan atau kegelisahan. Kafein juga memicu pelepasan hormon adrenalin atau hormon perlawanan yang meningkatkan energi. Ini dapat menghalangi munculnya efek adenosin atau zat kimia pada otak yang bisa membuat tubuh terasa lelah.

Selain itu, mengkonsumsi kafein dengan dosis tinggi bisa menyebabkan kegugupan pada yang meminumnya. Untuk mencegahnya, atur kebutuhan kafein secukupnya yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari.

Insomnia

Foto: Thinkstock
Kafein dapat membantu seseorang tetap terjaga di siang hari saat melakukan aktivitas seperti bekerja. Tetapi, terlalu banyak kafein dapat membuat orang sulit untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik dan cukup.

Sebuah penelitian menunjukkan, kafein hanya akan bertahan sementara dalam tubuh. Waktu yang dibutuhkan rata-rata hanya lima jam, tergantung pada masing-masing yang mengkonsumsinya. Untuk mengatasinya, kembali lagi kepada kurangi konsumsi kafein, jika ingin tidur dengan baik.

Masalah Pencernaan

Foto: iStock
Sebagian orang mengatakan, secangkir kopi di pagi hari dapat membuat perut tidak nyaman. Efek kopi ini sering dikaitkan dengan pelepasan gastrin, yaitu hormon yang diproduksi lambung yang bisa mempercepat aktivitas di usus besar.

Dari beberapa penelitian, kafein bisa menyebabkan beberapa masalah dalam pencernaan, seperti meningkatkan gerakan peristaltik dalam usus, diare, dan memperburuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD) pada sebagian orang. Jika terjadi hal-hal seperti itu, kurangi konsumsi kopi dan mulai beralih ke teh untuk mencegah efek yang lebih besar.

Kecanduan

Foto: thinkstock
Mengkonsumsi kopi dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan psikologis atau fisik. Selain itu, frekuensi asupan kafein juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Meskipun tidak menyebabkan kecanduan yang permanen, tapi dengan mengkonsumsinya secara rutin bisa menjadi tergantung dengan efeknya. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi dari segi dosis hingga kuantitasnya agar tidak menyebabkan kecanduan.

Tekanan Darah Tinggi

Foto: iStock
Berdasarkan beberapa penelitian, kafein dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat bisa menjadi faktor risiko dari serangan jantung dan stroke, yang disebabkan karena kerusakan arteri yang membatasi aliran darah ke jantung dan otak.

Kafein dapat meningkatkan tekanan darah saat dikonsumsi dalam dosis yang tinggi, sebelum berolahraga, dan akan berefek pada orang yang jarang mengkonsumsinya.

Detak Jantung Cepat

Foto: shutterstock
Mengkonsumsi kafein dengan dosis yang besar dapat membuat jantung berdetak lebih cepat pada sebagian orang. Jika sudah merasakannya, segera batasi atau hentikan mengkonsumsi kafein untuk mencegah hal lainnya terjadi, seperti gagal jantung dan ginjal.

Kelelahan

Foto: thinkstock
Meskipun dapat meningkatkan energi, kafein juga secara tidak langsung dapat menyebabkan kelelahan saat efeknya hilang. Untuk memaksimalkan fungsi kafein ini, mulailah konsumsi dengan dosis dan kuantitas yang cukup.

Sering buang air kecil

Foto: istock

Efek samping paling umum dari mengkonsumsi kafein terlalu tinggi adalah sering buang air kecil. Ini terjadi karena kafein memberikan efek stimulasi senyawa pada kandung kemih yang mengakibatkan peningkatan frekuensi dan urgensi urin.

Jika sudah terjadi hal seperti ini, segera batasi mengkonsumsi kafein atau mulai beralih ke minuman lainnya yang lebih sehat.

Halaman 2 dari 9
Mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang lebih besar dapat menyebabkan kecemasan atau kegelisahan. Kafein juga memicu pelepasan hormon adrenalin atau hormon perlawanan yang meningkatkan energi. Ini dapat menghalangi munculnya efek adenosin atau zat kimia pada otak yang bisa membuat tubuh terasa lelah.

Selain itu, mengkonsumsi kafein dengan dosis tinggi bisa menyebabkan kegugupan pada yang meminumnya. Untuk mencegahnya, atur kebutuhan kafein secukupnya yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari.

Kafein dapat membantu seseorang tetap terjaga di siang hari saat melakukan aktivitas seperti bekerja. Tetapi, terlalu banyak kafein dapat membuat orang sulit untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik dan cukup.

Sebuah penelitian menunjukkan, kafein hanya akan bertahan sementara dalam tubuh. Waktu yang dibutuhkan rata-rata hanya lima jam, tergantung pada masing-masing yang mengkonsumsinya. Untuk mengatasinya, kembali lagi kepada kurangi konsumsi kafein, jika ingin tidur dengan baik.

Sebagian orang mengatakan, secangkir kopi di pagi hari dapat membuat perut tidak nyaman. Efek kopi ini sering dikaitkan dengan pelepasan gastrin, yaitu hormon yang diproduksi lambung yang bisa mempercepat aktivitas di usus besar.

Dari beberapa penelitian, kafein bisa menyebabkan beberapa masalah dalam pencernaan, seperti meningkatkan gerakan peristaltik dalam usus, diare, dan memperburuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD) pada sebagian orang. Jika terjadi hal-hal seperti itu, kurangi konsumsi kopi dan mulai beralih ke teh untuk mencegah efek yang lebih besar.

Mengkonsumsi kopi dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan psikologis atau fisik. Selain itu, frekuensi asupan kafein juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Meskipun tidak menyebabkan kecanduan yang permanen, tapi dengan mengkonsumsinya secara rutin bisa menjadi tergantung dengan efeknya. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi dari segi dosis hingga kuantitasnya agar tidak menyebabkan kecanduan.

Berdasarkan beberapa penelitian, kafein dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat bisa menjadi faktor risiko dari serangan jantung dan stroke, yang disebabkan karena kerusakan arteri yang membatasi aliran darah ke jantung dan otak.

Kafein dapat meningkatkan tekanan darah saat dikonsumsi dalam dosis yang tinggi, sebelum berolahraga, dan akan berefek pada orang yang jarang mengkonsumsinya.

Mengkonsumsi kafein dengan dosis yang besar dapat membuat jantung berdetak lebih cepat pada sebagian orang. Jika sudah merasakannya, segera batasi atau hentikan mengkonsumsi kafein untuk mencegah hal lainnya terjadi, seperti gagal jantung dan ginjal.

Meskipun dapat meningkatkan energi, kafein juga secara tidak langsung dapat menyebabkan kelelahan saat efeknya hilang. Untuk memaksimalkan fungsi kafein ini, mulailah konsumsi dengan dosis dan kuantitas yang cukup.


Efek samping paling umum dari mengkonsumsi kafein terlalu tinggi adalah sering buang air kecil. Ini terjadi karena kafein memberikan efek stimulasi senyawa pada kandung kemih yang mengakibatkan peningkatan frekuensi dan urgensi urin.

Jika sudah terjadi hal seperti ini, segera batasi mengkonsumsi kafein atau mulai beralih ke minuman lainnya yang lebih sehat.

(fds/fds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads