Sabtu, 14 Sep 2019 17:06 WIB

Anak Elvy Sukaesih Ngamuk, Apakah Semua Pengidap Gangguan Jiwa Agresif?

Firdaus Anwar - detikHealth
Elvy Sukaesih. Foto: Palevi S/detiKFoto Elvy Sukaesih. Foto: Palevi S/detiKFoto
Jakarta - Anak Elvy Sukaesih, Haedar (57), sempat diamankan polisi ketika dirinya mengamuk menyerang seorang pemilik warung di daerah Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (13/9/2019) malam dengan senjata taman. Diketahui Haedar emosi setelah tidak diberi mengutang rokok.

Polisi yang turun tangan sempat mengamankan Haedar tapi kemudian tidak ditahan karena keluarga menunjukkan surat keterangan bahwa ia memiliki gangguan jiwa. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya membawa Haedar ke RSJ Duren Sawit.

"Sekarang (Haedar) di RSKD Duren Sawit," kata Argo kepada detikcom hari Jumat lalu (13/9/2019).

Terkait hal tersebut beberapa perhatian netizen tertuju pada perilaku Haedar. Apakah memang semua yang mengidap gangguan jiwa bisa memiliki kecenderungan berperilaku agresif?


Menurut ahli kesehatan jiwa dr Andri, SpKJ, dari Klinik Psikosomatik OMNI Hospital Alam Sutera Tangerang, jawabannya tidak. Gangguan jiwa ada banyak jenis, namun di Indonesia istilah tersebut biasa digunakan untuk mendeskripsikan orang-orang dengan skizofrenia berat.

"Ini yang sering orang salah paham. Gangguan jiwa itu ada depresi, cemas, bipolar, atau gangguan kepribadian. Jadi enggak cuma selalu 'kegilaan' atau skizofrenia," kata dr Andri.

"Orang yang dengan skizofrenia juga enggak semuanya ngamuk berperilaku keras. Hanya kurang dari 10 persen pasien-pasien yang mengalami gangguan kejiwaan berat seperti skizofrenia melakukan tindakan kekerasan, itupun biasanya kalau pada fase kekambuhan," lanjutnya.

Bila ditangani dengan baik pasien sebetulnya bisa sembuh dalam arti gejala gangguan kejiwaannya dapat dikontrol.



Simak Video "Viral! ODGJ Bantu Buka Jalan Ambulans di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)