Senin, 16 Sep 2019 11:59 WIB

Bayi Diberi Kopi, Dokter Sebut Bisa Buat Ketergantungan dan Minim Gizi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Haura, bayi yang hanya mengkonsumsi kopi dapat berdampak buruk pada kesehatannya. (Foto: Bayi yang minum kopi dapat bantuan susu (Abdy-detik)) Haura, bayi yang hanya mengkonsumsi kopi dapat berdampak buruk pada kesehatannya. (Foto: Bayi yang minum kopi dapat bantuan susu (Abdy-detik))
Jakarta - Kisah miris harus dialami Hadijah Haura, bayi berumur 14 bulan, warga Tonro Lima, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Sejak umur 6 bulan ia hanya diberikan asupan kopi karena orang tuanya tidak mampu membeli susu.

Orang tua Haura, Sarifuddin dan Anita, tidak mampu berbuat apa-apa dengan keterbatasan ekonomi yang dialaminya.

"Terpaksa pak, karena tidak ada uang untuk membeli susu, setiap hari diberi kopi sebanyak empat kali, apalagi saat dia mau tidur, biasanya terus merengek kalau tidak diberi kopi," kata sang Ibu Anita, saat dijumpai detikcom, Sabtu (14/9/2019).

Menanggapi hal ini, praktisi kesehatan anak dr Wiyarni Pambudi, SpA, mengaku prihatin dengan keadaan Haura. Ia mengatakan, pemberian kopi pada anak sangat berbahaya bagi kesehatannya. Zat kafein yang ada pada kopi tergolong sebagai obat karena merangsang sistem saraf pusat, yaitu stimulan alami yang mempengaruhi fungsi organ tubuh.

"Secara umum, anak apalagi bayi cenderung lebih sensitif terhadap kafein daripada orang dewasa, mereka juga lebih lama merasakan dampaknya dan lebih mudah mengalami 'ketergantungan' terhadap kafein dalam dosis yang semakin tinggi," jelas dr Wiyarni pada detikcom, Senin (16/9/2019).

dr Wiyarni mengatakan, efek kafein pada anak dapat menyebabkan gangguan seperti gelisah, detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, sulit tidur, sulit konsentrasi, sakit kepala, sakit perut, bahkan efek kafein sebagai diuterik bisa menyebabkan tubuh kehilangan air dan dehidrasi.

"Kafein juga relatif kosong akan kalori, tidak mengandung vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya," tuturnya.

dr Wiyarni menegaskan, dalam memberikan asupan yang sehat untuk bayi sebenarnya sangat mudah, praktis, dan gratis. Namun, orang tua juga harus memahami informasi yang terkait dengan kesehatan dan tentang pemberian makan pada bayi/anak yang bisa didapatkan dari petugas gizi maupun bidan di puskesmas atau posyandu setempat.

"Memberikan asupan yang baik dan sehat untuk bayi atau anak itu mudah, praktis, dan gratis. Sebetulnya tidak boleh ada alasan "tidak punya uang", karena menyusui itu gratis, dan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan bisa disiapkan dari menu keluarga," ujarnya.



Simak Video "Sambut Bahagia Kelahiran Bayi Kembar 3 di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)