Senin, 16 Sep 2019 15:42 WIB

Soal Bayi Minum Kopi di Sulbar, Dokter Ungkap Risiko Malnutrisi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Foto: Bayi di Polman diberi kopi karena Ortu tak mampu beli susu (Abdy-detik) Foto: Bayi di Polman diberi kopi karena Ortu tak mampu beli susu (Abdy-detik)
Jakarta - Pasangan suami istri asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat terpaksa menggantikan susu dengan kopi untuk asupan sehari-hari anaknya sejak umur 6 bulan hingga saat ini. Hal ini dilakukan karena keterbatasan ekonomi yang membuat mereka tidak mampu membeli susu.

Alih-alih dijadikan sebagai pengganti susu, dokter spesialis anak, dr Meta Hanindita, SpA sangat melarang anak ataupun bayi mengkonsumsi kopi. Ia mengatakan, kebutuhan nutrisinya tidak akan terpenuhi.

"Bukannya terpenuhi malah kekurangan nutrisi. Kopi juga menghambat penyerapan zat besi dan bisa menyebabkan gagal tumbuh bahkan gizi buruk," jelasnya pada detikcom, Senin (16/9/2019).


Gangguan kesehatan yang termasuk dalam gagal tumbuh akibat konsumsi kopi adalah berat badan yang kurang, stunting, gizi kurang, dan gizi buruk. Selain mengandung kafein, kopi juga mengandung tanin yang buruk bagi pertumbuhan anak.

"Kopi atau teh mengandung senyawa tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi, dan ini sangat tidak disarankan untuk diberikan pada anak," ujar dr Meta.

Menurut dr Meta, pemberian kopi dan teh tidak memenuhi kebutuhan bayi dan anak. Minuman tersebut tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, apalagi mikronutrien (zat besi, zinc, vitamin dan mineral lain) yang sangat diperlukan anak dan bayi.

"Yang jelas susu itu nggak ada gantinya," imbuh dr Meta.





Prihatin! Ortu Tak Mampu Beli Susu, Bayi 14 Bulan Diberi Kopi:

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)