Selasa, 17 Sep 2019 10:31 WIB

Yang Bahaya dari Kabut Asap, Partikel Debu Halus hingga Gas Beracun

Widiya Wiyanti - detikHealth
Partikel debu halus dan gas beracun jadi hal berbahaya dari kabut asap. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro) Partikel debu halus dan gas beracun jadi hal berbahaya dari kabut asap. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta - Kabut asap tengah mengepung beberapa wilayah Indonesia, seperti di Kalimantan dan Sumatera. Kualitas udara pun masuk ke dalam kategori berbahaya akibat dari kebakaran hutan dan ladang.

Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K) mengatakan bahwa asap kebakaran hutan terdiri dan gas, uap, dan partikel-partikel yang membahayakan tubuh, terutama sistem pernapasan.

"Gas itu ada sulfur dioksida, NO2 (Nitrogen dioksida), CO (karbon monoksida), ada juga ozon," ujarnya kepada detikcom, Senin (16/9/2019).

Selain gas, partikel-partikel berbagai ukuran juga terkandung di dalam kabut asap. Ukuran partikel mulai dari 10 mikrometer hingga yang sangat kecil di bawah 0,5 mikrometer dapat mengganggu kesehatan.


Semakin kecil ukuran partikel, disebut dr Feni semakin mampu masuk ke dalam organ terkecil di sistem pernapasa, dalam hal ini adalah alveoli di paru-paru dan merusaknya. Sementara partikel yang berukuran lebih besar bisa tertahan di saluran pernapasan atas.

"Partikel berukuran besar pasti membuat kesan tidak nyaman di saluran pernapasan. Semua jadi satu faktor yang dapat membahayakan saluran pernapasan," imbuh dr Feni.

Dokter spesialis paru dari Divisi Paru Kerja dan Lingkungan, Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Persahabatan, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR juga pernah mengatakan bahwa gas yang dikeluarkan ada yang bersifat afiksia, yaitu jika dihirup dalam jumlah besar maka akan menyebabkan sesak napas.

"Misalnya CO, karbon monoksida. Kalau CO itu masuk ke tubuh kita dalam jumalah besar, maka CO itu akan berikatan dengan hemoglobin (Hb). Ketika CO terhirup, oksigen nggak bisa terikat oleh Hb (hemoglobin), akibatnya dalam darah kekurangan oksigen, itu makanya kalau kita sering terkena polusi yang paling simpel itu sakit kepala, migrain," jelas dr Agus.


Simak Video "Ngobs Kuy! Duka Kabut Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)