Rabu, 18 Sep 2019 12:40 WIB

Apa Benar Tidur Siang Bermanfaat bagi Kesehatan?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tidur siang sehat bagi jantung? (Foto: iStock) Tidur siang sehat bagi jantung? (Foto: iStock)
Jakarta - Belakangan ini tidur siang disebut oleh banyak pakar bisa membantu kesehatan jantung. Dalam sebuah studi terbaru, para peneliti menyebut tidur siang selama dua atau tiga kali seminggu bisa membuat jantung sehat, akan tapi beberapa peneliti lainnya tidak setuju akan hal tersebut.

Dilaporkan Health Line, para pekerja yang membutuhkan tidur siang justru menjadi tanda bahwa ia kurang tidur dan kemungkinan besar berisiko memiliki masalah jantung. Apalagi jika mereka yang kurang tidur ini justru lebih mengandalkan minuman berkafein agar tahan 'melek' karena tak sempat tidur siang, risikonya malah semakin meningkat.

Tidur sangat diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan, karena bisa membantu kita pulih dari stres dan membantu organ vital kita beristirahat. Maka dari itu jika kita kurang tidur tentu akan menimbulkan dampak negatif pada kesehatan tubuh, baik fisik maupun mental.

Satu penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kecenderungan genetik penyakit jantung bisa menurunkan risiko tersebut dengan mendapatkan waktu tidur yang cukup. Karena terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur juga bisa membuat orang berisiko terkena serangan jantung.

Di Jepang terdapat sebuah budaya bahwa tertidur di sela-sela waktu kerja merupakan tanda telah bekerja keras menjadi dasar studi yang dilakukan para peneliti dari University of Tokyo. Mereka menyebutkan bahwa tidur siang kurang dari 30 menit atau power nap sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung koroner.


Di sisi lain, apabila lebih dari waktu tersebut justru memiliki dampak yang berlawanan. Akan tetapi bukan berarti tidur siang buruk bagi jantung, melainkan yang dicatat oleh peneliti adalah kebutuhan untuk tidur siang bisa jadi ada sesuatu pada tubuh.

Menurut Dr Anil Rama dari fakultas klinis di Stanford University's Center for Sleep Sciences and Medicine di California mengatakan bahwa satu kuncinya dengan melihat apakah waktu tidur seseorang sehat dan bebas gangguan.

"Dalam opini saya, pertanyaannya bukan cuma apakah tidur siang itu sehat atau tidak dalam perkara durasi atau frekuensi yang tidak relevan. Pertanyaan yang relevan: apakah tidurnya sehat? Jika ya, maka kita bisa menyebut bahwa tidur siang itu sehat," katanya.

Ditambahkan oleh Nate Masterson, kepala perkembangan produk di Maple Holistics, bahwa yang penting dan menjadi tantangan bagi penelitian baru soal mengukur manfaat kesehatan tidur siang adalah memastikan penyebab di balik kebutuhan tidur siang itu sendiri.

"Jika kamu tidur yang nyenyak dan berkualitas di malam haris, seharusnya kamu tak perlu tidur siang. Maka dari itu, sangat penting untuk menghargai kebutuhan tubuhmu dan memaksakan rasa lelah bisa berdampak negatif pada beberapa fungsi tubuh, termasuk kesehatan kardiovaskular," kata Masterson.

Kesimpulannya, jika kamu merasa lelah dan memiliki waktu, tidur siang kilat tidaklah buruk. Namun jangan mengabaikan penyebab mengapa kamu bisa menjadi sangat lelah hingga harus menutupnya dengan tidur siang.



Olahraga juga bisa menjaga kesehatan jantung. Daftarkan diri kamu untuk Jakarta Heart Bike 2019 dengan klik link berikut.

Simak Video "Eits! Percuma Diet Kalau Kurang Tidur"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)