Jumat, 20 Sep 2019 14:15 WIB

Cakupan Vaksin Kurang, Filipina Kembali Dihantui Polio

Rosmha Widiyani - detikHealth
Dunia masih belum-belum bebas dari penyakit polio meski sudah ada vaksinnya. (Foto: Thinkstock) Dunia masih belum-belum bebas dari penyakit polio meski sudah ada vaksinnya. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Minimnya cakupan vaksin diduga menjadi salah satu penyebab kembalinya polio di Filipina. Sebelumnya selama 19 tahun, badan kesehatan dunia WHO telah menyatakan negara tersebut bebas polio.

"Kami sangat menyarankan orangtua, pekerja kesehatan, dan pemerintah lokal untuk kampanye serta meningkatkan cakupan vaksin. Pemberian vaksin sangat penting untuk menghentikan penyebaran dan melindungi anak kita dari polio," kata menteri kesehatan Filipina Francisco Duque dikutip dari The New York Times.


Selain imunisasi, Duque juga mengingatkan warga selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Warga harus menggunakan toilet, tidak buang air besar (BAB) sembarangan, serta selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir tiap hendak makan atau melakukan kegiatan lain.

Polio telah terkonfirmasi pada seorang anak perempuan berusia tiga tahun dari provinsi Lanao del Sur. Ilmuwan Filipina juga telah mendeteksi virus polio dari limbah cair di Manila, serta saluran air di wilayah Davao, Filipina. Temuan virus telah dikonfirmasi Research Institute for Tropical Medicine di Manila, Japanese National Institute for Infectious Diseases, dan Centers for Disease Control and Prevention di Amerika.

Penyakit polio diakibatkan infeksi virus yang menyebar cepat dan paling banyak mempengaruhi anak. Serangan polio mengakibatkan pelemahan otot, lumpuh, dan dalam beberapa kasus berakibat fatal. Serangan polio tidak dapat diobati tapi bisa dicegah dengan pemberian vaksin.

Serangan polio sebetulnya terus diperangi di berbagai belahan dunia, namun di beberapa negara kasusnya masih terus ditemukan. Misal di Pakistan dan Afghanistan yang kasusnya terus bertambah.

Tahun ini, kasus polio juga ditemukan di beberapa negara benua Afrika misal Somalia dan Republik Afrika Tengah.



Simak Video "Yuk, Cegah Kanker Serviks Mulai dari Sekarang!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)