Jumat, 20 Sep 2019 18:30 WIB

Deretan Penyakit yang Berisiko Diidap Ketika Terpapar Kabut Asap

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Halaman 1 dari 7
Sejumlah warga mendapatkan perawatan dengan alat nebulizer karena mengalami sesak napas di posko kesehatan. (Foto: Antara Foto) Sejumlah warga mendapatkan perawatan dengan alat nebulizer karena mengalami sesak napas di posko kesehatan. (Foto: Antara Foto)
Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Kalimantan dan Sumatera memunculkan kabut asap sangat pekat yang telah berlangsung selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan belakangan. Risiko yang timbul akibat menghirup kabut asap adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan puluhan ribu orang harus mendapat perawatan akibat mengidap ISPA. Selain ISPA, terdapat deretan penyakit yang bisa muncul dan menyerang paru-paru karena pajanan kabut asap tanpa henti.

"Banyak penyakit saluran napas yang akan muncul. Dengan adanya paparan kabut asap, dia bisa tercetus. Lalu ada kelompok umur yang berisiko dan sensitif pada asap seperti bayi di bawah umur 5 tahun, orang tua, dan mereka yang memiliki penyakit kronik," tutur seketaris umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Erlang Samoedra, SpP(K), FISR, saat ditemui detikcom, Jumat (20/9/2019).

Kabut asap kebakaran hutan memiliki kandyngan gas, uap, dan partikel-partikel kecil yang sangat membahayakan tubuh, terutama paru-paru. Tak hanya pada kelompok sensitif, dr Erlang menyebut penyakit akibat paparan kabut asap bisa terjadi pada siapa saja.

Berikut deretan penyakit yang berisiko diidap ketika terpapar kabut asap.

(kna/fds)