Sabtu, 21 Sep 2019 13:11 WIB

Ramai Gerakan Donasi Masker dari Netizen, Kemenkes Beri Apresiasi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Masker untuk perlindungan di tengah asap karhutla. Foto: Agung Pambudhy Masker untuk perlindungan di tengah asap karhutla. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Netizen membuka donasi masker untuk menghadapi kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Sumbangan masker digunakan untuk mecukupi kebutuhan masyarakat, salah satunya di Kalimantan Tengah.

Aksi warganet ditanggapi positif Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ahmad Yurianto. Masker menjadi perlindungan minimal warga yang bergelut dengan asap.


"Tentu kita sambut baik. Saat ini stok masker di daerah selalu kita pantau. Tiap ada yang lapor kekurangan akan kita kirim. Sampai saat ini belum ada yang melaporkan ada kekurangan masker," kata Ahmad saat dihubungi detikcom dan ditulis Sabtu (21/9/2019).

Menurut Ahmad hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan sekitar 2 juta masker ke Kalimantan Tengah. Sementara untuk Riau yang juga terdampak asap pemerintah telah menyalurkan lebih dari 3,5 juta masker.

Ahmad kembali mengingatkan warga untuk selalu menggunakan masker, meski merasa tidak nyaman. Masker yang kerap diberikan cuma-cuma jangan sekadar disimpan atau masuk kantong. Masker adalah perlindungan minimal menghadapi kepungan asap.

"Masker ini harus terus digunakan ya. Jika tidak ingin pakai masker ya jangan keluar rumah supaya tidak terpapar asap," kata Ahmad.

Selain mengingatkan pakai masker, Ahmad juga menyarankan warga tidak terlalu sering berada di luar rumah. Terutama kalangan rentan yang berisiko lebih besar terkena dampak buruk kabut asap, misal anak usia sekolah.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)