Sabtu, 21 Sep 2019 18:07 WIB

Kabut Asap Masih Tebal, Warga Palangkaraya Mulai Kehabisan Masker

Rosmha Widiyani - detikHealth
Masker untuk perlindungan di tengah asap karhutla. Foto: Agung Pambudhy/detikcom Masker untuk perlindungan di tengah asap karhutla. Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Masker menjadi kebutuhan utama warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah menghadapi kabut asap. Sayangnya masker makin sulit ditemui di warung hingga apotek memaksa warga akhirnya mencari bantuan donasi masker.

Menurut Muhlisin, salah satu warga Kota Palangkaraya yang membuka donasi, pihaknya sudah mulai membagikan masker untuk warga. Namun selalu terasa tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Masker ini kan satu kali pakai ya, belum lagi yang hilang atau lupa ditaruh dimana. Total kebutuhan mungkin sama dengan jumlah warga Kota Palangkaraya kali ya. Untuk sekarang yang penting ada stok masker dulu untuk kebutuhan masyarakat," ujar Muhlisin pada detikcom dan ditulis Sabtu (21/9/2019).


Jenis masker yang dimaksud adalah penutup areal mulut hidung berwarna hijau, yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Masker ini kadang disebut masker ojol karena sering digunakan driver ojek online.

Selain masker hijau, menurut Muhlisin, warga sebetulnya juga perlu masker N95 yang menyaring udara lebih baik. Namun dengan kondisi serba terbatas seperti sekarang, masker apa pun bisa digunakan untuk melindungi diri dari bahaya kabut asap.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)