Minggu, 22 Sep 2019 14:12 WIB

Saran Dokter untuk Pemakai Ranitidin, Obat Asam Lambung yang Lagi Heboh

Rosmha Widiyani - detikHealth
Sejauh ini belum ada penarikan produk obat asam lambung ranitidin (Foto: iStock) Sejauh ini belum ada penarikan produk obat asam lambung ranitidin (Foto: iStock)
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan informasi awal terkait obat asam lambung ranitidin. Produk ranitidin mengandung cemaran n-Nitrosodimethylamine (NDMA) sesuai temuan Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicines Agency (EMA).

Menurut BPOM, cemaran NDMA ditemukan dalam jumlah kecil sehingga risikonya sangat rendah dibanding manfaat penggunaan obat. Namun BPOM menganggap perlu untuk menyampaikan risiko ini secepatnya pada tenaga kesehatan.

Dengan adanya informasi awal ini, dokter ahli pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG, menyarankan masyarakat tak perlu khawatir. Namun masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

"Masyarakat yang rutin minum ranitidin sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter. Tanya yang sebaiknya dilakukan dengan adanya informasi awal dari BPOM. Jika disarankan ganti ya sebaiknya dilakukan. Namun jika tidak maka bisa dilanjutkan," kata dr Ari pada detikcom, Minggu (22/9/2019).



Menurut dr Ari, obat ranitidin pasti ditarik dari peredaran jika berbahaya. Hingga saat ini belum ada penarikan ranitidin dari pasaran umum, artinya obat tersebut masih aman digunakan masyarakat.

Ranitidin adalah nama zat aktif untuk menekan produksi asam lambung dan mencegah munculnya luka di sistem pencernaan. Produk dengan zat aktif ranitidin tersedia dalam bentuk generik maupun dengan merk dagang. Ranitidin tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan injeksi.

Dikutip dari situs Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), paparan NDMA berisiko merusak fungsi hati. NDMA bisa masuk ke dalam tubuh melalui udara, obat, dan makanan. Dampaknya bergantung pada cara terpapar, dosis, kebiasaan, dan adanya faktor kimia lain dalam tubuh.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)