Minggu, 22 Sep 2019 16:03 WIB

Korban Kopi 'Perkasa' Bertumbangan, Dokter Jantung Ingatkan Risiko Fatal

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kopi perkasa pembangkit performa pria dewasa punya risiko bahaya (Foto: thinkstock) Kopi 'perkasa' pembangkit performa pria dewasa punya risiko bahaya (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sejumlah pria di Sumedang, Jawa Barat, bertumbangan usai mengonsumsi produk kopi 'perkasa' pembangkit stamina untuk dewasa. Produk sejenis sejak lama jadi sorotan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dikatakan, berbagai produk kopi tersebut bekerja dengan memperlancar aliran darah. Sebagai efek sampingnya, denyut jantung jadi berdebar kencang. Kondisi ini membebani jantung dan bisa berakibat fatal.

Dalam beberapa kasus, produk semacam itu memiliki kandungan kopi yang dicampur obat disfungsi ereksi sildenafil. Efek obat tersebut berpengaruh juga ke jantung sehingga tidak boleh dipakai sembarangan.

"Nah itu intinya di sildenafil," kata Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr Dian Zamroni, SpJP, FIHA, saat dihubungi detikcom, Minggu (22/9/2019).



Sildenafil merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menangani disfungsi ereksi atau impotensi. Selain itu, mengurangi tekanan di pembuluh darah arteri paru-paru saat terjadi peningkatan (hipertensi pulmonal). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim phosphodiesterase-5 (PDE5), sehingga membuat otot polos di pembuluh darah di paru-paru menjadi kendur dan meningkatkan aliran darah.

dr Dian mengatakan, kandungan sildenafil ini akan menimbulkan efek vasodilator. Dikutip dari Mayo Clinic, vasodilator merupakan golongan obat yang digunakan untuk melebarkan pembuluh darah agar aliran darah dapat mengalir secara lancar, sehingga tidak membebani jantung dalam memompa darah.



Vasolidator juga umumnya digunakan saat obat lain tidak cukup mengontrol tekanan darah. Vasodilator juga memiliki beberapa efek samping, seperti:

- Detak jantung cepat (takikardia)
- Palpitasi jantung
- Retensi cairan (edema)
- Mual dan muntah
- Sakit kepala
- Pertumbuhan rambut yang berlebihan

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. Di Denpasar, produk kopi 'perkasa' juga beredar dan berisiko memakan korban.

"Mekanisme cara kerjanya memperlancar aliran darah, efek sampingnya detak jantung jadi cepat. Efek sampingnya kalau ada yang gangguan jantung kan nantinya bisa anfal, tergantung juga dosis yang digunakan, tergantung kondisi masing-masing. Tergantung seberapa besar yang dikonsumsi, kalau dalam jumlah besar kan terjadi yang tidak diinginkan," katanya.



Ikuti Jakarta Heart Bike 2019 dengan mendaftar lewat tautan ini.

Simak Video "Suka Tidur dengan Bantal Tinggi? Waspada Gejala Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)