Minggu, 22 Sep 2019 16:32 WIB

Pengotor pada Obat Asam Lambung Ranitidin Pernah Dikaitkan dengan Kanker

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pengotor NDMA juga menyebabkan dua obat hipertensi ditarik beberapa waktu lalu  (Foto: iStock) Pengotor NDMA juga menyebabkan dua obat hipertensi ditarik beberapa waktu lalu (Foto: iStock)
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan edaran tentang obat asam lambung Ranitidin. Dalam sampel obat tersebut, ditemukan cemaran n-Nitrosodimethylamine (NDMA).

Tidak ada penarikan maupun rekomendasi untuk menghentikan pemakaian ranitidin. BPOM hanya mengimbau tenaga kesehatan untuk berhati-hati untuk meresepkan obat ini.

"Meskipun pada tahap ini risiko tersebut relatif sangat rendah dibanding manfaat penggunaan obat, namun Badan POM menganggap perlu untuk menyampaikan risiko ini seawal mungkin kepada tenaga profesional kesehatan," tulis Rita Endang, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM.

Cemaran NDMA dalam obat bukan kali ini saja ditemukan. Pada Desember 2018, BPOM menarik 2 obat hipertensi, Valsartan dan Losartan, dengan bahan baku dari China yang juga tercemar pengotor NDMA.



New York Times menuliskan, The Food and Drug Administration (FDA) pada Jumat (13/9) mengatakan telah mendeteksi kontaminan 'pemicu kanker' dalam kadar rendah pada sampel obat asam lambung dengan bahan aktif ranitidin.

Sama seperti BPOM, FDA juga tidak melakukan penarikan produk. Pasien yang menggunakan obat tersebut hanya perlu konsultasi pada dokternya sebelum menghentikan pemakaian. Pasien yang menggunakan versi 'obat bebas' dari ranitidin diminta mempertimbangkan untuk menggantinya dengan obat lain.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)