Senin, 23 Sep 2019 14:30 WIB

Viral Lagi, Hoax Terapi Infus Jantung Koroner Pernah Dibantah RSCM

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hoax terapi infus bias mengobati penyakit jantung koroner. Foto ilustrasi: BBC Magazine Hoax terapi infus bias mengobati penyakit jantung koroner. Foto ilustrasi: BBC Magazine
Jakarta - Baru-baru ini beredar kembali info kesehatan viral yang terkait dengan terapi infus yang dilakukan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Info tersebut mengatakan terapi infus bisa menangani penyakit jantung koroner tanpa tindakan operasi pemasangan ring dan bypass.

Dipastikan, informasi tersebut adalah hoax. RSCM dalam rilis resminya pada Januari 2018 pernah membantah hal itu. Beberapa poin klarifikasi yang disampaikan antara lain:

1. Penyakit Jantung Koroner (PJK) disebabkan penyempitan pembuluh darah arteri koroner, bukan vena.

2. Penyempitan disebabkan oleh plak yang tumbuh di dinding pembuluh darah (arteri) koroner. Ini disebabkan karena ada yang menyumbat total atau sebagian karena trombus (gumpalan darah beku) terjadi pada kondisi serangan jantung. Di beberapa kondisi, lebih banyak terjadi penyempitan pembuluh darah dibadingkan trombusnya.

3. Saat pasien mengalami penyumbatan karena trombus, penanganan terbaik dengan melakukan tindakan Primary PCI (tindakan kateter untuk diagnostik mengetahui letak dan bagaimana penyumbatannya terjadi, serta diikuti oleh terapi evakuasi trombus penyebab).

4. Pada tindakan Primary PCI, jika mendapatkan penyumbatan total atau sebagian yang disebabkan oleh trombus, maka dilakukan sedot trombus. Alat dan mekanismenya beragam, ada yang seperti jet dan manual. Setelah trombus bersih, baru dipasangkan ring. Tapi, jika trombus (gumpalan darah) sudah terevakuasi bersih tanpa bekas atau tidak ada penyempitan akibat plak, tidak perlu dipasangkan ring.

Baca juga:

5. Alatnya dalam video itu memang ada, kami kurabg tahu di Indonesia ada di mana. Tetapi, alat penyedot yang biasa kami gunakan ataupun pusat-pusat jantung lain gunakan, juga efektif untuk evakuasi trombus asal waktu untuk penindakan tidak terlambat (golden period adalah kurang dari 12 jam dihitung dari nyeri dada). Silahkan melihat alat tersebut di situs web Youtube bernama Capture Megavac Mechanical Thrombectomy System. Pada iklannya memang alat ini disebut superior untuk evakuasi trombus di pembuluh darah arteri koroner, dibandingkan alat konvensional. Iklan tersebut sudah diposting pada situs Youtube sejak tahun 2014.


Sebelumnya, Dr dr Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FasCC, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) juga pernah menyampaikan bantahan. Menurutnya, terapi infus yang dijelaskan dalam broadcast yang beredar tidak terbukti kebenarannya.

"Hoax ya. Salah satu pengobatan untuk serangan jantung memang ada pemberian cairan pengencer tapi itu kalau jauh dari fasilitas pemasangan ring atau balon dan kurang dari tiga jam," kata dr Ismoyo.



Simak Video "Kopi Bisa Sembuhkan Flu, Hoax atau Fakta Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)