Senin, 23 Sep 2019 15:09 WIB

Ingin Sumbang Korban Kabut Asap? Obat dan Perlengkapan Ini Paling Dibutuhkan

Michelle Natasya - detikHealth
Warga berkendara dengan masker (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Beberapa hari lalu netizen beramai-ramai melakukan gerakan donasi masker bagi warga yang terdampak asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Aksi ini ditanggapi positif oleh Kementerian Kesehatan.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Ahmad Yurianto, mengatakan bahwa selain masker, obat-obatan juga dapat diberikan untuk membantu warga yang terdampak. Seperti obat mata, obat flu, vitamin, dan suplemen.

"Kita mengikuti dampak sih, ya. Ini kan partikel debu jadi yang paling sering terpapar itu kan mata jadi pedih, iritasi, dan merah. Jadi paling banyak obat tetes mata. Kedua ini obat-obatan flu. Bisa juga vitamin atau suplemen buat bantu meningkatkan daya tahan tubuh," jelasnya.



Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kemenkes, bantuan yang diberikan dari pemerintah sejauh ini berupa masker, obat mata, obat batuk dan pilek, salep kulit, suplemen, oxycan, air purifier, MP ASI, Vitamin C, dan obat-obatan lainnya. Menurut dr Yuri, untuk masker sendiri, sejauh ini Kemenkes sudah memberikan bantuan sebanyak lebih dari 5 juta masker.

dr Yuri juga berpesan bagi warga terdampak untuk terus menggunakan masker dan batasi kegiatan di luar ruangan. Terutama bagi mereka yang merupakan kelompok rentan seperti anak-anak. Masker merupakan perlindungan minimal yang diperlukan warga untuk bergelut dengan asap.

"Harus hindari asap, batasi terpapar dengan asap. Sebisa mungkin hindari kegiatan di luar. Jangan keluyuran dan nongkrong-nongkrong di luar ruangan," pesannya.



Simak Video "Catat! Standar SNI untuk Masker Kain: Minimal Dua Lapis"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)