Kamis, 26 Sep 2019 18:45 WIB

Cerita Dokter IGD RS Pelni Siaga Siap Nginap Rawat Korban Demo

Firdaus Anwar - detikHealth
Begini cerita dokter yang berjaga di IGD RS Pelni saat kerusuhan demo. (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth)
Jakarta - Demo penolakan RUU KUHP yang dilakukan mahasiswa dan pelajar sejak Senin (23/3/2019) malam berakhir ricuh. Puluhan korban akibat bentrokan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat salah satunya Rumah Sakit (RS) Pelni di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Kepala Instalasi Gawat Darurat RS Pelni dr Yan Fernandez Sembiring, SpEM, bercerita bagaimana situasinya sejak hari pertama terpantau ada gerakan massa. Ia sudah mengimbau pada stafnya agar bersiap-siap, memastikan alur penerimaan pasien lancar.


"Jadi Senin sih kita sudah sounding persiapan. Selasa kita masih aktivitas biasa sampai menjelang sore ada info eskalasi demo di DPR. Kita sudah standby," kata dr Fernandez pada detikcom, Kamis (26/9/2019).

"Kita persiapan respons alur pasien yang artinya pasien yang bukan kasus korban (demo -red) mungkin kita respons lebih cepat dari biasa... Kita memantau alur mana yang lebih butuh tindakan," lanjutnya.

Selama masa kericuhan tidak ada penambahan staf medis di IGD RS Pelni kecuali untuk keamanan. Hanya saja menurut dr Fernandez memang jam kerja jadi lebih lama sehingga ada beberapa yang akhirnya memilih menginap karena rumah terlalu jauh.

dr Fernandez sendiri selama dua hari kerusuhan demonstrasi baru bisa pulang ke rumah sekitar jam 10 malam dari yang biasanya pukul 4-5 sore setelah masuk dari jam 7 pagi.

"Ya mereka (petugas -red) sudah menyiapkan alat untuk menginap. Di saat harus menginap ya nginap aja. Jadi tenaga cukup untuk lanjut lagi jangan habiskan waktu di jalan," pungkasnya.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hand Sanitizer Digunakan Terus Menerus"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)