Jumat, 27 Sep 2019 15:34 WIB

Kenang Dokter yang Meninggal di Kerusuhan Wamena, IDI Pakai Pita Hitam

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Bendera Merah Putih dipasang setengah tiang di kantor Dinas Kesehatan Papua. (ANTARA/Musa Abubar)
Jakarta - Kerusuhan yang pecah di Wamena pada Senin (23/9/2019) lalu membuat seorang dokter yang sudah bertugas 15 tahun di Papua meninggal dunia. Sosok dr Soeko Marsetiyo disebut meninggal karena dihadang dan dianiaya pedemo seusai memeriksa warga di Wamena.

Menanggapi kabar tersebut Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengeluarkan surat edaran untuk anggotanya. Selama tanggal 26 September sampai 30 September para dokter diminta untuk menggunakan pita hitam di lengan kanan sebagai ungkapan rasa berkabung.


"Memberi apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian almarhum melaksanakan tugas kemanusiaan sebagai tenaga medis di daerah terpencil," tulis surat edaran IDI yang diterima detikcom.

Berkaca dari kasus ini IDI mengimbau agar para tenaga medis lain yang melaksanakan tugas kemanusiaan agar berhati-hati selalu mempertimbangkan faktor keamanan, keselamatan, dan kesehatan saat memberikan layanan.

IDI juga mendesak agar Pemerintah Daerah bisa memberikan jaminan keamanan untuk tenaga medis.

"Mendesak kepada Pemerintah Daerah tempat di mana tenaga medis dan tenaga kesehatan mengabdi, untuk dapat memberikan jaminan keamanan, keselamatan, dan kesehatan khususnya bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil, pedalaman, dan rawan," pungkas IDI.



Simak Video "Dua Lagi Dokter Indonesia Meninggal karena Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)