Jumat, 27 Sep 2019 16:35 WIB

Tak Hanya Mahasiswa, Dokter Juga Jadi Korban Kerusuhan

Firdaus Anwar - detikHealth
Suasana ruangan Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Kamis (26/9/2019). (Foto: Antara Foto)
Jakarta - Sejak beberapa hari lalu ramai demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah. Hal ini menimbulkan korban jiwa dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, tentara, hingga tenaga kesehatan.

Salah satunya adalah dr Soeko Marsetiyo yang tewas dalam kejadian kerusuhan di Wamena, Papua, pada 23 September lalu. Menurut keterangan dr Soeko ditemukan dalam keadaan terluka karena dianiaya pedemo dan sempat dilarikan ke RSUD.


Sekretaris Dinas Kesehatan Papua dr Silvanus Sumule mengatakan saat itu dr Soeko baru saja memeriksa warga di Wamena.

"Memang dr Soeko tercatat sebagai dokter di Tolikara, namun dirinya sering melayani masyarakat di sekitar Wamena," ujar dr Sumule.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanggapi kejadian mengucapkan duka cita atas meninggalnya dr Soeko. IDI mendesak agar Pemerintah Daerah bisa memberikan jaminan keamanan untuk tenaga medis.

IDI juga mengimbau para dokter mengenakan pita hitam di lengan kanan selama tanggal 26-30 September sebagai ungkapan rasa duka cita.

"Sebagai ungkapan rasa berkabung, dimohon seluruh keluarga besar IDI untuk mengenakan pita hitam yang diikatkan di lengan kanan sebagai tanda solidaritas dan duka cita yang dimulai pada hari Kamis, 26 Septemer sampai dengan 30 September 2019," tulis IDI dalam surat edaran yang diterima detikcom.



Simak Video "Komitmen Ikatan Dokter Indonesia di HUT ke-69"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)