Jumat, 27 Sep 2019 18:25 WIB

Dokter di Wamena Minta Dievakuasi, Menkes: Nanti Kosong Layanan Kesehatan

Michelle Natasya - detikHealth
Seratusan orang kembali dievakuasi dari Wamena. Foto:(Saiman/detikcom.) Seratusan orang kembali dievakuasi dari Wamena. Foto:(Saiman/detikcom.)
Jakarta - Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, pada Senin (23/9/2019) lalu mengakibatkan seorang dokter bernama Soeko Marsetiyo meninggal dunia. Hal ini membuat beberapa dokter yang bertugas di Wamena meminta untuk segera dievakuasi.

Almarhum dr Soeko ditemukan terluka dan sempat dilarikan ke RSUD Wamena saat kerusuhan terjadi. Dari laporan yang diterima, korban saat itu dihadang dan dianiaya pendemo di Wamena.

"Memang benar dokter-dokter yang bertugas di Wamena minta dievakuasi karena ketakutan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Papua dr Silvanus Sumule, yang dikutip dari Antara, di Jayapura, Kamis (26/9).


Terkait hal ini, Menteri Kesehatan Nila F Moelok mengatakan pihaknya sudah meminta pengawalan keamanan dokter dan tenaga kesehatan di Wamena pada TNI dan Polri lewat Kemendagri.

"Tentu kami memikirkan dokter dan tenaga kesehatan di sana, terutama yang masih dalam pendidikan seperti internship. Nah, ini tentu kita harus jaga mereka. Keamanan mereka semua memang harus kita jaga," katanya.

Perihal permintaan evakuasi oleh para dokter, Nila mengatakan hal tersebut belum bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan jika semua tenaga medis meminta untuk dievakuasi maka pelayanan kesehatan di Wamena ditakutkan akan kosong.

"Kalau untuk permintaan evakuasi belumlah nanti kosong pelayanan kesehatan," tegasnya.



Simak Video "Dokter Terawan Jadi Menkes, IDI Hargai Keputusan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)