Sabtu, 28 Sep 2019 09:21 WIB

Jika Tak Kunjung Kondusif, PDEI Desak Kemenkes Evakuasi Nakes di Wamena

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Seratusan orang kembali dievakuasi dari Wamena (Saiman-detikcom) Foto: Seratusan orang kembali dievakuasi dari Wamena (Saiman-detikcom)
Jakarta - Setelah bertugas selama 15 tahun di Papua, seorang dokter bernama dr Soeko Marsetiyo meninggal dunia karena kerusuhan yang pecah di Wamena pada Senin (23/9/2019) lalu. Sebelum meninggal, ia dihadang dan dianiaya pedemo seusai memeriksa warga.

Berkaca dari kasus tersebut, Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya dr Soeko saat bertugas.

PDEI dan MHKI sangat prihatin dengan kondisi Wamena-Papua saat ini yang berdasarkan informasi terakhir kondisinya masih belum kondusif.

"Berdasarkan informasi terakhir dari sejawat di Wamena di mana kondisi masih belum kondusif, masyarakat dan petugas-petugas kesehatan masih mengungsi di rumah sakit daerah dan Kodam namun tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan," tertulis dalam rilis yang diterima detikcom.



Maka dari itu, PDEI dan MHKI mendesak agar pemerintah segera melakukan pemulihan kondisi di Wamena, mengingat sudah adanya korban meninggal dunia dari kalangan tenaga kesehatan.

"Mendesak pemerintah baik pusat maupun daerah dan aparat keamanan segera melakukan pemulihan kondisi di Wamena dengan pendekatan persuasif agar situasi kembali aman dan tetap meningkatkan keamanan bagi seluruh petugas kesehatan dan sarana prasarana kesehatan di Wamena," lanjut PDEI dan MHKI.

Bukan hanya itu, di poin ketiga, PDEI dan MHKI juga mendesak semua pihak untuk tidak memperlakukan seluruh tenaga kesehatan secara tidak manusiawi. Bahkan sampai menyebabkan kesakitan dan kematian.

Jika kedua hal tersebut tidak bisa diwujudkan, maka PDEI dan MHKI mendesak Kementerian Kesehatan untuk mengevakuasi seluruh tenaga kesehatan di daerah rawan, seperti Wamena saat ini.

"Pernyataan ini berlaku di semua daerah dan tempat yang rawan terjadinya konflik dan huru hara," pungkas PDEI dan MHKI.



Simak Video "Komitmen Ikatan Dokter Indonesia di HUT ke-69"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)