Sabtu, 28 Sep 2019 11:18 WIB

Agar Tetap Kuat Ikut Aksi Mujahid 212, Perhatikan Hal-hal Penting Ini

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Aksi Mujahid 212 di kawasan Bundaran HI (Rolando/detikcom) Foto: Aksi Mujahid 212 di kawasan Bundaran HI (Rolando/detikcom)
Jakarta - Hari ini Sabtu (28/9) massa Aksi Mujahid 212 menggelar aksi demonstrasi untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Massa bergerak dari Bundaran HI dan dilanjutkan ke Istana Negara.

Pergerakan dimulai sejak pagi hari. Tentunya bagi peserta yang ikut aksi ini harus memiliki ketahanan tubuh yang kuat agar tetap prima selama aksi berlangsung. Karena jika tidak memerhatikan kesehatan, tidak dipungkiri peserta aksi ini bisa jatuh sakit.

Agar tetap kuat, coba ikuti beberapa tips penting yang harus diperhatikan berikut ini:



1. Minum air

Di bawah terik matahari, pasti tubuh akan cepat berkeringat dan mengalami dehidrasi. Pakar kesehatan dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FACP dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo pernah mengatakan bahwa dehidrasi dapat membuat massa pengunjuk rasa menjadi lebih agresif dan berisiko menimbulkan kericuhan.

Oleh karena itu massa pengunjuk rasa diminta untuk tetap memenuhi kebutuhan cairannya. "Secara normal kebutuhan cairan 8-10 gelas per hari atau sekitar 2 liter sehari. Pada saat para pengunjuk rasa terpapar panas dan berjalan kaki menyebabkan tubuh berkeringat, maka kebutuhan cairan harus ditingkatkan dan sebaiknya juga dengan cairan isotonik," ungkapnya dikutip dari artikel detikcom sebelumnya.

2. Istirahat sejenak

Pastinya mengikuti aksi membuat tubuh kelelahan hingga terasa pusing. Apalagi jika mulut terasa kering, haus dan air ludah lengket, hal ini merupakan gejala utama dehidrasi dan kelelahan.

Untuk itu, ada baiknya para pengunjuk rasa untuk beristirahat sejenak dan minum air dari perbekalan yang dibawa.

3. Jangan lupa makan

Karena bersemangat orasi, jangan sampai kelupaan istirahat sejenak dan makan dari perbekalan yang ada. Lupa atau bahkan sengaja tidak makan malah membuat tubuh menjadi lemas. Hal ini dikarenakan tubuh kekurangan energi, yang bisa diakibatkan karena gula darah rendah akibat melewatkan makan.

"Hipoglikemi atau kekurangan gula darah bisa terjadi jika para pengunjuk rasa tidak sarapan pagi dan kondisi ini akan membuat badan terasa lemas serta kepala sempoyongan. Oleh karena itu dianjurkan untuk makan dan mengisi perut terlebih dahulu saat melakukan aksi damai turun ke jalan," kata dr Ari.

4. Perhatikan daya tahan tubuh

Dalam Aksi Mujahid 212 ini, tidak sedikit anak-anak yang dibawa ikut serta bersama orangtuanya. Tidak jarang pula orang dengan usia tua juga ikut serta. dr Ari pernah menyarankan untuk mengukur daya tahan tubuh masing-masing agar tidak memaksakan diri dalam aksi.

"Bagi anak dan orang tua atau seseorang yang sedang sakit dianjurkan untuk tidak mengikuti aksi damai besok. Bagi masyarakat yang memang mempunyai masalah dengan pinggang atau sakit lutut atau kendala lain yang tidak memungkinkan untuk berdiri lama atau berjalan jauh sebaiknya tidak mengikuti aksi damai. Harus diantisipasi sulitnya mencari kendaraan umum sehabis berunjuk rasa," tutupnya.



Simak Video "Pesan Berantai soal Pasien BPJS Kesehatan Darurat Dipastikan Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)