Senin, 30 Sep 2019 20:13 WIB

PB IDI Sebut Beberapa Dokter Dipulangkan dari Wamena

Michelle Natasya - detikHealth
Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih. (Arief-detikcom)
Jakarta - Sempat ramai diinformasikan beberapa dokter meminta untuk segera dievakuasi dari daerah kerusuhan Wamena, Papua. Informasi ini menyusul berita kematian dr Soeko Marsetiyo akibat kerusuhan tersebut.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat mendesak pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan bagi tenaga medis di Wamena. Pada konferensi pers di Kementerian Kesehatan RI, Senin (30/9/2019), Ketua Umum PB IDI, dr Daeng M Faqih mengatakan bahwa apa yang mereka sampaikan sudah direspons oleh Kementerian Kesehatan.

"Pemerintah sudah menginformasikan akan memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan. Pemerintah sudah berkoordinasi untuk mengawal. Kalau ini dijalankan apa yang kita minta sudah ada jawaban berarti," kata dr Daeng.



dr Daeng menyampaikan beberapa dokter yang merasa ketakutan memang sudah dibantu untuk dipulangkan. Tetapi, masih banyak dokter dan tenaga medis lainnya yang memutuskan untuk bertahan di Wamena.

"Ada kawan-kawan yang merasa takut ini sudah dibantu untuk dipulangkan karena kalau dibiarkan juga nggak efektif kan beliau nggak bisa kerja," ucap Daeng.

Disampaikan bahwa pelayanan kesehatan di beberapa daerah konflik di Papua memang sudah kondusif, hanya saja pengawalan tenaga medis tetap dibutuhkan agar pelayanan lebih lancar dan aman. Menteri Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Menkopolhukam untuk mengawal tenaga kesehatan lewat TNI dan Polri.

Tercatat ada 31 dokter yang terdiri dari dokter spesialis dan dokter umum yang menetap di Wamena. Adapun jumlah perawat sebanyak 34 orang yang berada di fasilitas kesehatan baik puskesmas dan rumah sakit.



Simak Video "PB IDI Akan Keluarkan Fatwa Medsos bagi Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)