Selasa, 01 Okt 2019 09:50 WIB

Kisah Mantan Pecandu Narkoba yang Kini Jadi Pegiat Seni di Banyuwangi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kesenian jadi cara rehabilitasi yang dilalui para pecandu narkoba di Banyuwangi. (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth) Kesenian jadi cara rehabilitasi yang dilalui para pecandu narkoba di Banyuwangi. (Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth)
Banyuwangi - Banyak cara telah dilakukan berbagai pihak untung memangkas angka pengguna narkoba di Indonesia. Salah satunya dilakukan di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, para mantan pecandu narkoba dibina dan dialihkan dengan kegiatan seni.

Dalam Sanggar Seni Damar Kawitan Satrio Toto Sembodo asuhan Mulyono (37) dengan bimbingan Puskesmas Gitik, Dini Andriani berhasil keluar dari jeratan narkoba yang mengikatnya sejak berusia 18 tahun. Dini, sapaannya, mengaku mulai mencoba-coba setelah melihat teman-temannya menggunakan narkoba.

"Karena saya dulu ada masalah, terus pusing, terus ikut sama-sama teman-teman yang pakai narkoba. Orang tua ya nggak tahu, kalau tahu dimarahin, hehehe," kata Dini saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/9/2019).

Dini dan juga kekasihnya menjadi pecandu, mereka mengonsumsi narkoba yang diberi seharga Rp 35 ribu per butir. Suatu hari, sang kekasih tiba-tiba mengajaknya untuk berhenti memakai narkoba dan mengikuti kegiatan kesenian.


Dini menyetujuinya dan akhirnya justru berhasil membuatnya lepas dari jeratan candu narkoba dan jatuh cinta pada dunia seni. Ia kini juga sudah menikah dan serius menekuni kesenian tari yang memang ia gemari, seperti saat menampilkan tari jejer gandrung jaran dawuk.

Dini sudah tidak lagi memikirkan narkoba.Dini sudah tidak lagi memikirkan narkoba. Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth

"Alhamdulillah sekarang sudah nggak kepikiran lagi karena sudah ada kegiatan sehari-hari kesenian, sudah lupa sama narkoba. Harapannya tuh pengin membantu temen-temen yang masih menggunakan narkoba, biar gimana caranya biar dia nggak pake lagi dan saya ajakin ke kesenian," lanjut Dini yang kini berusia 20 tahun.

Hal yang sama juga terjadi pada Rohim (22). Atas kemauan sendiri dan teman-temannya yang juga para pecandu narkoba, mereka memilih untuk 'menyembuhkan' diri lewat terapi kesenian di Sanggar.

"Alhamdulillah nggak sulit (untuk sembuh). Banyuwangi tempat seni. Majukan kesenian, (sudah) 6 bulan," kata Rohim yang bertanggung jawab jadi penabuh gendang di setiap pertunjukkan seni sanggar.

Di lain sisi, mencari nafkah sebagai pekerja seni memang diakuinya cukup sulit. Terlebih pertunjukkannya lebih banyak untuk mengisi acara atau hajatan tetangga, atau desa tetangga.

"Nggak narik honor, kadang 50 ribu per bulan. Awalnya ada tanggapan dapat uang. Iya awalnya pelajari not nada. Tahun 2017-2018. Sekarang berhenti total (dari narkoba)," pungkasnya.



Simak Video "Flakka, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi 'Zombie'"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/wdw)