Selasa, 01 Okt 2019 14:38 WIB

Terdampak Gas Air Mata, Pengidap Jantung Bawaan di Jakbar Mengungsi ke RS

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Seorang pasien jantung sampai harus mengungsi ke RS gara-gara efek gas air mata (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth) Seorang pasien jantung sampai harus mengungsi ke RS gara-gara efek gas air mata (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth)
Jakarta - Kerusuhan yang terjadi pada Senin (30/9/2019) malam juga berdampak ke Slipi, Jakarta Barat. Seorang pengidap penyakit jantung bawaan di wilayah ini bahkan sampai harus mengungsi dari kost ke RS untuk menghindari dampak gas air mata.

Mushawawir, ayah dari seorang remaja 14 tahun pengidap penyakit jantung bawaan yang merupakan pasien di RS Pusat Jantung Nasional (RSPJN) Harapan Kita asal Pontianak terpaksa memboyong sang anak ke rumah sakit agar aman dari bahaya gas airmata.

Pasalnya, kost tempatnya bernaung di daerah Kota Bambu, Jakarta untuk sementara selama si anak berobat, turut menjadi lokasi kerusuhan.

"Akhirnya ya sudahlah kita di sini aja lebih aman kayaknya, karena anak saya (punya penyakit) jantung kan," kata Mus saat ditemui Selasa (1/10). "Saya bawa ke sini takut sesak napas gara-gara gas air mata itu kan, jadi masuk aja. Kalau sesak kan ada oksigen," tuturnya.



Selepas magrib, Mus dan anaknya datang lalu berlindung di poliklinik. Dia turut menyaksikan langsung massa yang masuk ke halaman parkir Harapan Kita yang dikejar polisi dari arah Slipi dan Tomang. Mus juga sempat merekam kejadian tersebut.

"Dar dor dar dor. Pokoknya karyawan Harkit sini juga enggak mampu pulang. Asapnya sampai sini. Kita sampai ke poli eksekutif, yang sakit disuruh ke dalem, istirahat di sini," terangnya.

Pukul 23.30 WIB saat kondisi cukup kondusif, keduanya bergegas kembali ke kost. Saat itu efek gas air mata masih sangat keras terasa, tak seperti ketika mereka datang ke RS pagi pukul 08.00 WIB tadi.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)