Selasa, 01 Okt 2019 17:12 WIB

Demo dan Kerusuhan Tak Ganggu Layanan, RS Berharap Pengamanan Ditingkatkan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Demo yang berakhir ricuh. Foto: Grandyos Zafna Demo yang berakhir ricuh. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) berharap ada tambahan tenaga pengamanan di fasilitas layanan kesehatan. Terutama yang berada tidak jauh dari area demo.

"Sebaiknya ada tambahan tenaga pengamanan. Kasihan satpam rumah sakit. Bukan cuma di Jakarta ya, tapi juga di daerah lain misal Wamena," kata Ketua Umum PERSI dr Kuntjoro Adi Purjanto, Mkes di RS Paru Persahabatan, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2019).

Tambahan tenaga keamanan memastikan layanan RS tetap terlaksana dengan baik. Sebagai fasilitas kesehatan, RS menjadi tempat pertama yang dituju saat ada korban cedera berat atau ringan saat aksi unjuk rasa.



Selain itu, dr Kuntjoro juga mengingatkan RS terus siaga. Kesiapan RS memastikan semua korban bisa dilayani dengan baik, sesuai kemampuan fasilitas kesehatan.

"Rumah sakit tetap melayani yang cedera saat demo, mau punya kartu BPJS atau tidak. Rumah sakit nggak boleh nolak pasien. Itulah hebatnya rumah sakit di Indonesia," kata dr Kuntjoro.

Aksi demo masih berlanjut hingga hari ini, Selasa (1/10/2019). Demo biasanya berujung pada sejumlah aksi anarkis yang menelan korban dari peserta dan tenaga pengamanan. Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.



Simak Video "Lelah Dengan Tekanan Sosial? Jangan Malu Curhat ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)