Selasa, 01 Okt 2019 18:11 WIB

Jadi Korban Kerusuhan Saat Demo, Biaya RS Di-cover BPJS atau Tidak?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dalam situasi ricuh sangat mungkin bagi siapapun untuk terkena lemparan batu dan sebagainya (Foto: Rifkianto Nugroho) Dalam situasi ricuh sangat mungkin bagi siapapun untuk terkena lemparan batu dan sebagainya (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Beberapa orang bekerja dan tinggal di sekitar wilayah yang diduduki oleh para demonstran. Bukan tak mungkin mereka akan mengalami kecelakaan atau jadi korban kerusuhan demo misalnya terhirup gas air mata sampai terkena lemparan batu.

Jika terkena lemparan batu dan mengalami pendarahan sehingga harus segera ditangani di rumah sakit, tidak ada jaminan bahwa imbas demo yang mengakibatkan seseorang mendapatkan pelayanan di rumah sakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Gini, kan cover-an BPJS Kesehatan jelas. Selama dia tercantum benefitnya dalam pasal 52 maka akan dijamin. Kalau tidak ya tidak kami jamin," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf kepada detikcom, Selasa (1/10/2019).



Iqbal menyebut meski belum tentu ditanggung oleh BPJS Kesehatan, kecelakaan yang terjadi di jalan saat demo berlangsung bisa masuk dalam klaim BPJS Ketenagakerjaan. Sebab pasien masih hitungan dalam perjalanan pulang dari kerja.

"BPJS naker (Ketenagakerjaan) dan kesehatan kan beda. Misal orang yang dia dalam perjalanan pulang, dia kan masih covernya BPJS naker. Kalau misal dia tidak sengaja kena hantam nanti masuknya ke kecelakaan kerja karena masih dalam proses balik ke rumah," pungkasnya.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)