Rabu, 02 Okt 2019 15:28 WIB

Gara-gara Kisruh Politik, Pria Ini Sampai Alami Gangguan Jiwa

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi gangguan jiwa. Foto: thinkstock Ilustrasi gangguan jiwa. Foto: thinkstock
Jakarta - Kisruh politik dan perdebatannya di media sosial terbukti bisa berdampak buruk bagi kesehatan jiwa. Laporan terbaru di jurnal medis The BMJ melaporkan ada satu orang pria di Inggris sampai dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala psikosis usai peristiwa voting Brexit.

Pria paruh baya tersebut dijelaskan oleh dr Mohammad Zia Ul Haq Katshu dari Institute of Mental Health, Nottingham University, menunjukkan delusi dan paranoid percaya dirinya dimata-matai. Sang pria merasa takut akan dibunuh hingga kesulitan tidur.



"Dengan kecemasan saya mengenai Brexit, kebetulan juga waktu itu teman saya bercerita mengalami kecemasannya dengan situasi di Amerika Serikat. Kami berbincang di media sosial soal hal terkait masalah ras," ujar sang pria dalam laporan yang dikutip dari CNN, Rabu (2/10/2019).

Brexit sendiri adalah isu politik di Inggris yang mendebatkan apakah negara tersebut sebaiknya keluar dari Uni Eropa.

Menurut dr Mohammad kejadian politik besar memang berpotensi menyebabkan stres psikologis. Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang yang sudah memiliki faktor risiko penyakit jiwa.

Pada kasus sang pria ia diketahui pernah mengalami episode psikotik karena stres pekerjaan, namun tak berlangsung lama. Ketika gejala gangguan jiwa sang pria kembali kambuh dokter memberikan obat penenang namun kondisinya semakin parah.

Sang pria akhirnya dirawat di rumah sakit yang memiliki unit khusus diberikan obat-obatan antipsikotik. Setelah dua minggu dirawat ia pulih dan hingga Juni 2019 tidak lagi menunjukkan gejala gangguan jiwa.



Simak Video "Tips Hilangkan Stres Berkendara Saat Macet "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)