Rabu, 02 Okt 2019 17:45 WIB

3 Alasan Psikologis Wanita Mau Dipoligami

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi poligami. Foto: Tim Infografis/ Andhika Akbarayansyah Ilustrasi poligami. Foto: Tim Infografis/ Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Achmad Fadil Muzakki Syah (Lora Fadil) menjadi pembicaraan setelah membawa tiga istrinya pada pelantikan legislatif masa tugas 2019-2024. Dikutip dari detikcom, Fadil menginap bersama ketiga istrinya dalam satu kamar di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat.

Praktik poligami memang sering menimbulkan pro kontra di masyarakat umum. Beberapa negara dengan tegas melarang, meski ada juga yang membolehkan atau melakukannya dengan sembunyi-sembunyi.

"Pernikahan plural mungkin terlarang di negara maju, namun populer dan umum di bagian dunia yang lain. Di negara Benin yang terletak di Afrika bagian barat, sekitar 55 persen istri berbagi suami. Jumlah poligami rata-rata mencapai 16 persen pada negara yang tidak terlalu berkembang," kata psikolog Nigel Barber, PhD, dikutip dari Psychology Today.


Barber melakukan riset di 32 negara terkait alasan wanita melakukan poligami. Sedikitnya 5 persen wanita yang telah menikah di negara tersebut melakukan poligami. Berikut 3 alasan mereka melakukan poligami.

1. Minim jumlah pria

Terjadinya poligami cenderung meningkat di wilayah yang minim pria.

2. Ingin pria yang sehat

Negara dengan kasus penyakit infeksi bisa punya lebih banyak pernikahan poligami. Wanita di negara ini memilih pria yang sehat untuk menjadi ayah dari anak-anaknya. Pria yang tidak memenuhi syarat tersebut umumnya tak terlalu diinginkan.

3. Terkait ekonomi

Hasil riset Barber menyatakan, istri yang dipoligami umum terjadi di wilayah dengan pria yang cenderung kaya. Arti kaya bisa berarti punya lahan pertanian yang luas atau punya pemasukan yang baik.

Praktik poligami cenderung tidak populer di negara maju. Menurut Nigel, hal ini terkait dengan keseimbangan populasi dan akses terhadap kesehatan publik yang lebih baik. Sehingga pasangan suami istri bisa segera memeriksakan diri dan keluarga bila sakit.

Kondisi masyarakat urban juga hampir tidak memungkinkan memiliki keluarga besar. Masyarakat memilih monogami supaya bisa membesarkan anak dengan baik dan berkualitas.

Simak Video "Hasil Studi Tunjukkan 5 Tahun Awal Pernikahan Masa Tersulit"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)