Rabu, 02 Okt 2019 22:00 WIB

Seperti Joker, Tokoh-tokoh Komik Berikut Ini Juga Punya Gangguan Jiwa

Michelle Natasya - detikHealth
Joker digambarkan punya gangguan kejiwaan (Foto: Dok. Ist) Joker digambarkan punya gangguan kejiwaan (Foto: Dok. Ist)
Jakarta - Joker dikenal sebagai tokoh villain ciptakan DC Comics yang mengidap gangguan mental yaitu skizofrenia. Tidak hanya dialami tokoh villain, beberapa tokoh superheroes juga ternyata mengalami gangguan kesehtan mental, loh.

Menjadi superhero nampaknya memang keren. Mereka punya kekuatan atau teknologi yang mengesankan, dapat menyelamatkan dunia, dan dipuja banyak orang. Namun, dengan tugas dan tanggung jawab yang besar, tekanan pun semakin banyak. Terdapat sisi gelap dari kehidupan superhero yang berdampak pada kesehatan mental mereka.



Dikutip dari Comicsverse, berikut beberapa gangguan kesehatan mental yang dialami para superhero:

1. Daredevil: Depresi

Kehidupan pahlawan super membawa banyak rasa sakit dan pengorbanan. Tidak heran jika para pahlawan menderita depresi. Seperti contoh perjuangan Tony Stark (Iron Man) melawan alkoholisme karena merasa stres dan depresi. Depresi juga dirasakan Spider-Man yang terus-menerus merasakan kurangnya harga diri ketika dia tidak dapat menyelamatkan semua orang. Depresi yang paling menonjol juga datang dari sosok Daredevil. Pada Daredevil 2014, ia mengaku depresi membuatnya merasa hampa dan mati rasa, dan itu menghilangkan semua hal baik dalam hidupnya.

2. Iron Man: Gangguan kecemasan

Salah satu gangguan kesehatan mental yang lebih umum dialami superheroes adalah gangguan kecemasan. Kecemasan menyebabkan rasa takut akan bahaya yang mungkin terjadi. Siapa pun yang membaca Marvel Civil War dapat berdebat bahwa Iron Man dan Captain Marvel menunjukkan sifat-sifat kecemasan di sana.

3. Wolverine: Post Traumatic Stress Disorder

Kebanyakan pahlawan super memulai dengan kisah asal yang tragis, sehingga menderita PTSD bukanlah kejutan. Selain Batman, Magneto dan Wolverine juga memiliki kisah tragis. Namun, contoh yang lebih menonjol adalah Jessica Jones. Diceritakan Jones mengalami penculikan, cuci otak, dan pemerkosaan di tangan si Manusia Ungu. Sejak itu, dia sering menenggelamkan rasa sakitnya dalam alkohol. Hal ini mempengaruhi kesehatan mentalnya. Ia jadi mudah marah dan sulit memercayai orang lain.



4. Wonder Woman: Mental breakdown

Tekanan menjadi pahlawan super jelas tinggi. Sebagian besar membuatnya terlihat mudah untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya, ada titik di mana mereka tidak bisa menanganinya lagi. Banyak pahlawan telah mencapai titik puncaknya, tetapi contoh paling menonjol adalah Wonder Woman. Bahkan, ia pernah ditempatkan di rumah sakit jiwa.

5. Hulk: Represif

Cara lain yang dilakukan banyak orang untuk mengatasi stres adalah dengan menghentikannya. Dalam kasus-kasus ekstrem, ini dapat menyebabkan represi aktual dari ingatan yang tidak menyenangkan atau sulit. Pahlawan super bisa sama rentannya dengan orang lain. Bruce Banner menekan banyak keinginannya yang mengarahkannya pada kepribadian Hulk.

6. Batman: Mengisolasi diri

Kurangnya kepercayaan pada orang lain biasanya mengarahkan superhero menjadi pribadi yang mengisolasi diri, meskipun tentu saja ada faktor-faktor lain yang mendukung. Batman, Punisher, dan Hulk merupakan contoh superheroes yang memiliki tingkat kepercayaan yang rendah. Mereka pun lebih suka menyendiri.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)