Kamis, 03 Okt 2019 14:33 WIB

Siswa SMP di Manado Meninggal Usai Dihukum Lari, Ini Kata Ahli Jantung

Firdaus Anwar - detikHealth
Siswa SMP di Manado meninggal usai dihukum lari. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta - Seorang siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Mapanget, Manado, Sulawesi Utara, dikabarkan meninggal dunia usai berlari mengelilingi lapangan sekolah. Ia dihukum oleh sang guru karena datang terlambat.

Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan. Sang siswa sebetulnya sempat mengeluh tidak kuat lagi berlari ke teman sebelum akhirnya jatuh tersungkur dan dilarikan ke rumah sakit.

"Namun sampai di rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia," ujar Benny.


Terkait hal tersebut spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A. Damay, SpJP(K), dari Siloam Hospitals Lippo Village menjelaskan ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kematian mendadak. Penyakit jantung dan masalah pembuluh darah di otak disebut jadi salah contohnya.

"Paling banyak memang jantung, kedua pecah pembuluh darah karena kelainan bawaan. Bisa aneurisma otak atau aneurisma pembuluh darah aorta," ungkap dr Vito pada detikcom, Kamis (3/10/2019).

Dalam bahasa medis, aneurisma otak didefinisikan sebagai pelebaran struktur dinding pembuluh darah karena lemahnya dinding tersebut. Beberapa ahli mendeskripsikan aneurisma seperti balon yang semakin besar akan semakin mudah pecah mengakibatkan masalah seperti stroke hemoragik.

Dalam kasus siswa SMP di Manado sendiri penyebab pasti meninggalnya masih belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil autopsi.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)