Kamis, 03 Okt 2019 16:01 WIB

Pentingnya Kalsium untuk Peninggi Badan

Nurcholis Ma - detikHealth
Foto: Shutterstock
Jakarta - Jika ditanya alasan mengapa orang di barat lebih tinggi dibanding orang Asia, terutama Indonesia, salah satu jawabannya ialah jenis makanan yang dikonsumsi. Orang di barat kebanyakan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium.

Sedangkan di Indonesia, orang lebih gemar mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat seperti nasi dan mie. Konsumsi berlebihan makanan yang mengandung karbohidrat berpotensi menyebabkan gula darah tinggi dan menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh, khususnya meninggikan badan.



Selain itu, riset juga menunjukkan bahwa minum susu, bahkan hingga empat gelas per hari, tidak mencukupi kebutuhan kalsium harian. Setidaknya kamu perlu 2 galon susu atau sekitar 36 liter untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian sebanyak 1000-1200 mg setiap harinya.

Adapun konsumsi makan 4 sehat 5 sempurna hanya menyumbang kandungan kalsium 250 mg. Beberapa alasan inilah yang menyebabkan banyak orang Indonesia mempunyai masalah tinggi badan. Bukan karena faktor genetik atau turunan, pola makan dan olahraga, tetapi karena kekurangan kalsium.



Untuk memenuhi kebutuhan kalsium setiap harinya, kamu bisa mengkonsumsi paket produk suplemen peninggi badan alami Super Grow Up. Pasalnya produk ini mengandung 800 mg kalsium asam amino (Kalsium CA++) setiap kali dikonsumsi.

Pentingnya Kalsium untuk Peninggi BadanFoto: Super Grow Up


Akhirnya suplemen ini bisa membantu kamu menaikkan tinggi badan secara sehat, cepat, dan alami.Menariknya, kalsium organik dalam Super Grow Up tidak memiliki efek samping yang membahayakan tubuh atau menyebabkan batu ginjal. Apalagi sudah tersertifikasi oleh BPOM, MUI, dan GMP.

Hal ini karena penyerapan yang tinggi dalam Super Grow Up, yaitu sebesar 98% dan sisanya dibuang lewat urine dan keringat. Selain itu, Super Grow Up juga dapat mengatasi masalah tulang lainnya seperti patah tulang, rematik, dan osteoporosis.

Artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Setiap transaksi yang terjadi atas pengiriman barang dan kualitas produk bukan tanggung jawab detikcom.

Simak Video "Kata WHO Soal Kemungkinan Penularan Corona Lewat ASI"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/ujm)