Jumat, 04 Okt 2019 07:45 WIB

Papua Aman! Dokter Diimbau Jangan Bersikap Berlebihan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kondisi Wamena, Rabu (2/10/2019). Foto: Saiman-detikcom Kondisi Wamena, Rabu (2/10/2019). Foto: Saiman-detikcom
Jakarta - Kondisi di Papua dan Papua Barat pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu dilaporkan mulai kondusif oleh para dokter yang bertugas di sana. Beberapa dokter yang menetap dan mengabdi di Papua menghimbau rekannya untuk tidak berlebihan dalam menyikapi kerusuhan yang lalu.

Dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Scholoo Keyen, Manokwari, dr Fany Oktarina, SpPD, mengatakan ketakutan para dokter untuk bertugas di Papua yang disebabkan kerusuhan beberapa waktu lalu berlebihan.

"Selama 5 tahun saya di sini hingga terjadinya kerusuhan pada 19 Agustus lalu, saya merasa aman dan senang. Menurut saya, ketakutan para dokter untuk bertugas di Papua beberapa waktu lalu itu sangat berlebihan. Padahal, sebagai tenaga medis atau kesehatan, di sini sangat diperhatikan, ditambah dengan menggunakan atribut kedokteran seperti jas putih dan name tag," jelas dr Fany kepada detikcom, Kamis (3/10/2019).


Hingga saat ini, lanjut dr Fany, keadaan di Papua terutama Manokwari masih kondusif, aman, dan semua pelayanan kesehatan berjalan dengan lancar. Pelayanan agak terhambat hanya pada hari saat kerusuhan terjadi hingga lima hari selanjutnya. Ini terjadi karena banyak warga yang masih takut untuk mengunjungi puskesmas maupun rumah sakit.

Hal ini juga dirasakan dr Riskha Purniawati dari RSUD Manokwari. Ia mengatakan, kerusuhan yang bertahan selama lima hari tersebut membuat pemerintah setempat menambah personil untuk mengamankan tenaga medis yang ada di sana.

"Personil tambahan dari pemerintah setempat berasal dari luar Papua. Hingga saat ini, personil tersebut belum dipulangkan ke daerahnya masing-masing dan kabarnya akan menetap sampai 1 Desember 2019 mendatang," ujarnya.

Ia mengatakan, dari kerusuhan terjadi hingga sekarang, fasilitas dan pelayanan kesehatan tidak terganggu. Meskipun kantor DPRD setempat yang berseberangan dengan rumah sakit umum dibakar, namun keadaan di tempat pelayanan kesehatan masih kondusif sampai hari ini.



Simak Video "Ditolak IDI Jadi Menkes, Begini Jawaban Santai Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)