Senin, 07 Okt 2019 07:00 WIB

Merasa 'Gelap' Usai Menonton Joker? Ini Penjelasan Psikologisnya

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Beberapa orang mengeluh jadi lebih gelisah dan suram setelah menonton film Joker (Foto: Joker / Warner Bros) Beberapa orang mengeluh jadi lebih gelisah dan suram setelah menonton film Joker (Foto: Joker / Warner Bros)
Jakarta - Film 'Joker' arahan sutradara Todd Phillips sedang menjadi sorotan oleh banyak pihak. Pasalnya, film bertema psychological thriller tersebut memiliki banyak adegan sadis dan 'disturbing'.

Sebuah utas di Twitter kemudian muncul tentang pengalaman dua orang setelah menontonnya. Berbeda dari respons kebanyakan yang 'menikmati' film, dua orang ini merasa kecemasan dalam dirinya muncul dan terdorong oleh adegan kekerasan dari film 'Joker'. Bahkan, rasa gemetar masih dirasakan walau film sudah berakhir.

Film 'Joker' dinilai sebagai film yang menggambarkan realita yang keras bagi seorang yang punya gangguan kesehatan mental, menurut 10 Daily. Joker diceritakan mempunyai gangguan kesehatan mental yang--meski tak dijelaskan gamblang--berupa depresi akut dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Hal ini diperjelas dengan dirinya yang merasa tak terlihat, tak terdengar, dan menginginkan validasi. Adegan-adegan kekerasan di dalamnya menjadi rentan bagi mereka yang mungkin punya pengalaman yang sama.



Pun demikian dengan anak-anak yang bisa saja mengira film 'Joker' sama seperti apa yang ada di komik, dikutip dari Buffalo News. Mereka bisa mengira bahwa film itu sedang mengajarkan kekerasan yang dapat ditiru.

Maka dari itu, 'Joker' diberi rating 'R' atas adanya kekerasan yang berdarah-darah, perilaku yang mengganggu (disturbing behavior), dan bahasa serta gambar seksual. Pendampingan orangtua juga sangat diperlukan bagi mereka yang belum 'kuat' menontonnya.





Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)