Senin, 07 Okt 2019 12:00 WIB

Dendy 'Mike's' Meninggal Serangan Jantung di Usia Muda, Kenali Faktor Risikonya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dendy mike's meninggal disebut-sebut karena serangan jantung (Foto: dok. Mikes_Jkt)
Jakarta - Industri musik tanah air berduka. Dendi Mulya Pasha atau Dendy 'Mike's' meninggal dunia pada Minggu (6/10) yang diduga karena mengalami serangan jantung.

"Kejadiannya kita belum bisa share detailnya seperti apa, pada intinya mengalami serangan jantung. Tapi jasadnya sudah dimandikan," tutur sahabat Dendy, Marko 'Mike's' kepada detikcom, Senin (7/10/2019).

Dulu penyakit jantung sering dikaitkan dengan usia tua, namun saat ini makin banyak yang mengidap sakit jantung di usia muda. Pemicunya bisa beragam tetapi yang paling berperan adalah bergesernya pola hidup ke arah yang tidak sehat.

Serangan jantung terjadi ketika satu atau lebih dari arteri koroner tersumbat. Seiring waktu, arteri koroner dapat menyempit dari penumpukan berbagai zat, termasuk kolesterol (atherosclerosis). Kondisi ini, yang dikenal sebagai penyakit arteri koroner, menyebabkan sebagian besar serangan jantung.

Berikut faktor risiko serangan jantung dikutip detikHealth dari berbagai sumber.



1. Merokok
Kebiasaan merokok menjadi faktor penyebab serangan jantung. Baik perokok aktif maupun pasif punya besar risiko yang sama. Rokok dapat memperburuk kondisi pembuluh darah yang menyebabkan penyumbatan.

Cardiothoracic Centre Northern General Hospital menemukan bahwa kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga delapan kali lipat pada orang dewasa muda.

2. Hipertensi
Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri yang memberi makan jantung. Tekanan darah tinggi yang terjadi dengan kondisi lain, seperti obesitas, kolesterol tinggi atau diabetes, bahkan meningkatkan risiko serangan jantung.

3. Obesitas
Obesitas kerap dikaitkan dengan kadar kolesterol darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi dan diabetes. Kehilangan hanya 10 persen dari berat tubuh dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Kurang olahraga
Kurangnya aktivitas fisik berkontribusi pada kadar kolesterol darah tinggi dan obesitas. Orang yang berolahraga secara teratur memiliki kebugaran kardiovaskular yang lebih baik. Berolaharaga rutin dapat menurunkan tekanan darah tinggi yang menjadi penyebab serangan jantung.

5. Penyakit bawaan
Hypertrophic cardiomyopathy merupakan penyakit turunan yang membuat otot dinding jantung menebal dan mengganggu sistem kelistrikan jantung dan akhirnya akan menyebabkan denyut jantung yang cepat atau aritmia dan bisa berujung mati mendadak.

Penyakit ini menjadi penyebab terbesar dari kematian mendadak akibat jantung pada orang-orang berusia di bawah 30 tahun, terutama para atlet.



Simak Video "Penjelasan Kemenkes soal Kriteria Suspek-Konfirmasi Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)