Selasa, 08 Okt 2019 18:00 WIB

Harga Gorengan Terancam Naik, Momen untuk Mengurangi Makanan Berlemak?

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Harga gorengan terancam naik. Foto: Ari Saputra Harga gorengan terancam naik. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Larangan menjual minyak goreng curah dikhawatirkan bakal memicu kenaikan harga gorengan. Harus sedih atau senang ya? Sedih karena makanan lezat tersebut jadi lebih mahal, tapi juga senang karena bisa jadi alasan untuk mengurangi makan gorengan.

Gorengan bisa jadi sumber penyakit karena kolesterol yang tinggi. Lebih berbahaya lagi jika seseorang punya kebiasaan merokok. Keduanya dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung.



Spesialis jantung di RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP(K), mengatakan tips untuk mengurangi makan gorengan bukan terletak pada porsinya.

"Sebenarnya ini soal mindset aja, jadi bukan berarti dengan pantang makan gorengan, berapa banyak nih sekali makan. Yang bilang jarang pasti relatif. Kita bisa makan jarang mungkin pas lagi jalan sama keluarga, ada special event aja," ujarnya pada Selasa (8/10).

Dia mengatakan kalau memang tahu satu makanan tidak baik untuk tubuh, sudah selayaknya ditinggalkan.

"Bukan dalam arti pengen, tapi kita sudah tahu kalau itu enggak sehat, enggak baik, jadi ngapain dimakan. Ini masalah mindset sih, bukan boleh-enggaknya. Tapi ada juga orang yang tetap makan itu," kata dr Vito.



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)