Kamis, 10 Okt 2019 12:41 WIB

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Postingan BPJS Soal Joker Dianggap Stigma yang Kejam pada Gangguan Jiwa

Michelle Natasya - detikHealth
Poster BPJS Kesehatan bertema joker yang jadi kontroversi (Foto: Dok. YLBHI) Poster BPJS Kesehatan bertema joker yang jadi kontroversi (Foto: Dok. YLBHI)
Jakarta - Beberapa organisasi serta komunitas peduli kesehatan jiwa melayangkan somasi terbuka ke Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan RI. Somasi ini berkaitan dengan postingan akun BPJS yang dianggap bermasalah karena mengaitkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas mental (PDM) dengan karakter fiksi Joker.

Yeni Rosa, ketua Perhimpunan Jiwa Sehat, salah satu organisasi yang melakukan somasi ke BPJS, mengatakan bahwa BPJS sebagai lembaga negara memiliki peran sangat penting di masyarakat. Dalam posisi ini BPJS memiliki peran utama dalam pembentukan pola pikir dan opini publik terkait masalah kesehatan di masyarakat.

Menurut Yeni, postingan BPJS dapat membuat masyarakat berpendapat bahwa setiap orang dengan gangguan jiwa atau penyandang disabilitas mental adalah orang-orang yang berbahaya dan berpotensi menjadi seorang penjahat. Postingan ini bisa semakin meyakinkan masyarakat bahwa ODGJ perlu dijauhi dan pantas mendapat perlakuan negatif.

"Ini adalah sebuah stigma yang sangat kejam terhadap ODGJ yang akan menggelembungkan stigma yang selama ini sudah ditimpakan kepada ODGJ atau PDM oleh masyarakat," tegas Yeni pada detikcom, Kamis (10/10/2019).

"ODGJ selama ini sudah menjadi kelompok yang sangat terstigma, terdiskriminasi dan tertindas di masyarakat. Mereka sering menjadi korban cemoohan, ejekan, pemukulan, pengeroyokan, pembunuhan, pemasungan, pengurungan, dan lain-lain," tambahnya.



Menurut Yeni, seharusnya BPJS dengan posisinya yang strategis mampu menjadi leading sector untuk meluruskan stigma negatif terhadap ODGJ serta mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang yang keliru dalam memandang ODGJ.

Saat ini, postingan tersebut telah dihapus. Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas menjelaskan, postingan tersebut sebenarnya justru ingin menunjukkan kepedulian soal kesehatan jiwa. Permintaan maaf juga telah disampaikan terkait kontroversi yang terjadi.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)