Kamis, 10 Okt 2019 17:45 WIB

Seputar Luka Tusuk di Perut, Diagnosis dan Tanda-tanda Butuh Operasi

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Seorang pria menyerang Wiranto di Pandeglang, Banten. (Foto: Dok. Polres Pandeglang) Seorang pria menyerang Wiranto di Pandeglang, Banten. (Foto: Dok. Polres Pandeglang)
Jakarta - Menkopolhukam Wiranto mendapat serangan oleh pria tak dikenal di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019). Ia dan beberapa orang di sekitarnya mengalami luka akibat serangan tersebut.

Dikutip dari Medscape, penusukan kerap menjadi cara untuk membunuh atau melukai orang dengan sengaja. Benda yang digunakan untuk menusuk dapat memberi dampak pada permukaan kulit luar saja atau bisa sampai mengenai otot, ligamen, bahkan tulang.

Tanda serta gejala dari luka tusuk di perut bergantung dari banyak faktor, termasuk alat yang dipakai, jarak alat ke luka, lokasi dan jumlah tusukan, serta organ mana yang kena. Luka yang diterima dari jarak dekat mempunyai energi kinetik yang lebih besar ketimbang yang jauh, seperti akibat dari tembakan.



Luka tusuk diakibatkan oleh penetrasi benda tajam ke dalam dinding abdomen. Umumnya, tusukan tersebut punya pola luka pada organ yang lebih diprediksi. Jika ada luka tersembunyi yang tidak diperhatikan, akan menyebabkan komplikasi yang serius.

Dalam menentukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan awal dengan mengecek ABC (Airway, Breathing, Circulation), level kesadaran pasien agar tahu adanya kerusakan saraf, menentukan lokasi luka pada sekujur tubuh, mengecek alat yang digunakan saat menusuk, serta banyaknya darah yang hilang.



Selanjutnya terdapat pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa seluruh bagian tubuh pasien.

Tindakan operasi akan diberikan jika terdapat hal-hal sebagai berikut:

- Hipotensi atau tekanan darah drop
- Denyut nadi tidak beraturan
- Laju pernapasan tinggi atau rendah
- Dan sebagainya.



Simak Video "Lelah Dengan Tekanan Sosial? Jangan Malu Curhat ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)