Jumat, 11 Okt 2019 11:29 WIB

Wiranto Sempat Masuk ICU, Apa Artinya?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Bagi telinga awam, dirawat di ICU selalu terdengar menyeramkan (Foto: iStock) Bagi telinga awam, dirawat di ICU selalu terdengar menyeramkan (Foto: iStock)
Jakarta - Bagi telinga awam, masuk ICU (Intensive Care Unit) terdengar menyeramkan. Perawatan intensif diasosiasikan dengan situasi gawat dan mengancam nyawa.

Usai mengalami serangan pria bersenjata tajam di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) siang, Menko Polhukam Wiranto juga sempat dirawat di ICU. Ia dirawat intensif setelah menjalani operasi selama 3 jam, sebelum akhirnya pindah ke ruang perawatan.

Wiranto menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto setelah mendapatkan sejumlah luka tusuk di badannya.



Perbedaan ruang ICU dengan ruang perawatan lainnya terutama terletak pada peralatan yang tersedia. ICU dilengkapi berbagai peralatan untuk memonitor secara intensif kondisi pasien.

Karena perbedaan itulah, ICU memang lebih sering digunakan untuk pasien dalam kondisi kritis atau sakit parah. Namun, monitoring intensif juga dilakukan pada berbagai kondisi lain seperti sehabis operasi.



Jenis ruang ICU juga sangat beragam, masing-masing dengan fungsi yang lebih spesifik. Misalnya:

1. Intensive Coronary Care Unit (ICCU) untuk pasien gangguan jantung.
2. Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk perawatan bayi baru lahir.
3. Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk anak di bawah usia 18 tahun.
4. High Care Unit (HCU) untuk pasien yang sudah tidak membutuhkan perawatan ICU dan menunggu dikembalikan ke ruang perawatan.



Dikutip dari Regency Medical Centre, berikut beberapa tipe pasien yang membutuhkan perawatan di ICU.

1. Pasien yang butuh monitoring
Pasien yang baru saja menjalani operasi atau mengalami cedera serius membutuhkan pemantauan intensif karena kondisinya cenderung tidak stabil. Pengamatan yang cermat dibutuhkan karena berhubungan dengan keselamatan pasien.

2. Pasien dengan masalah pernapasan
Infeksi maupun pembengkakan paru, maupun kelainan sistem pernapasan lainnya, bisa menyebabkan pasien susah bernapas. Pada kondisi ini, pasien bisa ditempatkan di ruang ICU yang dilengkapi alat bantu pernapasan yakni ventilator.

3. Pasien dengan masalah jantung
Pasien dengan masalah jantung juga butuh pemantauan yang intensif. Pada kondisi serangan jantung maupun gagal jantung, waktu sangat kritis sehingga pasien butuh ruang perawatan yang memudahkan pertolongan sesegera mungkin.

Beberapa kondisi serius berikut ini justru tidak membutuhkan perawatan di ICU:

1. Pasien yang mengalami kematian batang otak
2. Pasien yang menolak terapi bantuan hidup
3. Pasien yang secara medis tidak ada harapan untuk sembuh.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pria Sulit Lakukan 'Chair Challenge' yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(up/wdw)