Sabtu, 12 Okt 2019 08:00 WIB

Postingan Joker Jadi Kontroversi, BPJS Tegaskan Sikap Soal Gangguan Jiwa

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Postingan BPJS Kesehatan tentang gangguan jiwa baru-baru ini menuai kontroversi. (Foto: imdb) Postingan BPJS Kesehatan tentang gangguan jiwa baru-baru ini menuai kontroversi. (Foto: imdb)
Jakarta - BPJS Kesehatan menuai kontroversi karena unggahannya tentang gangguan jiwa yang dianggap menumbuhkan stigma negatif. Dalam pertemuan dengan sejumlah organisasi kesehatan jiwa, Jumat (11/10/2019), BPJS akan berkomitmen meluruskan hal tersebut.

Ungkapan "Supaya tidak terjadi Joker-joker lainnya" di media sosial BPJS membuat sejumlah organisasi kesehatan jiwa angkat bicara. Mereka menuntut agar ada damage control karena konten tersebut sudah beredar luas.

Selain itu, mereka ingin agar ada kampanye sehingga bisa mengurangi stigma masyarakat terhadap ODGJ dan ingin BPJS melakukan pemerataan distribusi obat sakit kejiwaan untuk wilayah pelosok.



"Kami berkomitmen untuk membuat FGD dengan teman-teman komunitas ini dengan tim Fornas (untuk masalah obat). Yang kedua, untuk konten dan lain-lain kita akan lakukan itu. Kami akan segera lakukan dalam minggu ini," ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf pada Jumat (11/10).

Iqbal turut mengatakan klarifikasi tersebut juga berkaitan dengan momentum, yakni tentang hari kesehatan mental.

"Kita akan berusaha penuhi itu, tentu kami berharap kerjasama ini akan lebih baik ke depan. Kami mendengarkan semua yang disampaikan, termasuk usaha teman-teman untuk memperkuat BPJS Kesehatan. Ini bukan janji palsu, kami akan melakukan," imbuhnya.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)