Sabtu, 12 Okt 2019 11:30 WIB

Wiranto Alami Pendarahan di Perut, Ini Kemungkinan yang Bisa Terjadi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menko Polhukam Wiranto diserang di Pandeglang, Banten. (Foto: 20Detik) Menko Polhukam Wiranto diserang di Pandeglang, Banten. (Foto: 20Detik)
Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesanto atau akrab disapa Bamsoet menyebut Menko Polhukam Wiranto sempat alami pendarahan di perut akibat luka tusuk.

"Menurut keterangan dokter Pak Wiranto mengalami pendarahan dalam di bagian perut akibat tusukan mengenai usus halusnya, sehingga mengeluarkan darah hingga sekitar 3,5 liter," ujar Bamsoet usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/10/19) malam.

Cedera akibat luka tusuk biasa disebut cedera penetrasi. Luka tusukan bisa menyebabkan robekan atau memar pada organ serta pendarahan internal.


Mengutip MSD Manual, luka tusuk dapat memotong atau merusak organ perut dan pembuluh darah yang menyebabkan darah terkumpul di sekitar struktur organ padat seperti hati dan usus kecil. Pendarahan yang tidak teratur ke dalam rongga perut, di ruang yang mengelilingi organ, disebut hemoperitoneum.

Luka tusuk yang serius dapat menyebabkan pendarahan masif, syok, bahkan kematian. Hal ini terjadi karena ketika perut terluka karena luka tusuk, darahnya bisa mengalir ke organ tubuh lainnya.

Pembedahan mungkin akan dilakukan tim medis untuk memperbaiki organ yang rusak dan menghentikan pendarahan. Orang yang kehilangan banyak darah harus segera diberikan transfusi darah.





Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)