Sabtu, 12 Okt 2019 14:00 WIB

Ganja Medis Dilegalkan, BPJS Tekor Bakal Teratasi?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ganja medis diharapkan segera dilegalkan agar bisa memangkas biaya pengobatan sehingga BPJS. (Pradita Utama/detikcom) Ganja medis diharapkan segera dilegalkan agar bisa memangkas biaya pengobatan sehingga BPJS. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Pemanfaatan ganja untuk medis sudah 5 tahun diminta oleh Yayasan Sativa Nusantara (YSN). Direktur YSN Inang Winarso menyebut pihaknya ingin ganja medis dilegalkan untuk memangkas biaya pengobatan, sehingga BPJS Kesehatan tidak terus-terusan defisit.

"Jadi kami menginginkan ganja jadi bahan baku obat karena BPJS Kesehatan itu merugi terus dan penyebabnya adalah penyakit katastropik dominan diderita oleh masyarakat Indonesia dan pengobatan penyakit itu sintetis yang akhirnya memakan biaya mahal," ucapnya kepada detikcom, Rabu (9/10/2019).

Tercatat hingga kini, pembiayaan terbesar BPJS Kesehatan memang berasal dari biaya pengobatan penyakit katastropik, seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, dan kanker. Seperti yang diketahui, ilmuwan di National Institutes of Health (NIH), Amerika Serikat, juga tengah meneliti manfaat ganja medis untuk melawan sel kanker.

Kalau (ganja) jadi bahan baku obat kanker atau katastropik akan efektif sekali artinya tidak perlu kemoterapi. Kemo kan mahal sekali biayanya dan itu semua menggunakan teknologi yang mahal.Inang Winarso - Yayasan Sativa Nusantara



"Kalau jadi bahan baku obat kanker atau katastropik, akan efektif sekali. Artinya tidak perlu kemoterapi. Kemo kan mahal sekali biayanya dan itu semua menggunakan teknologi yang mahal," sambung Inang.

Diwawancarai terpisah, dr Danang Ardiyanto dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) mengatakan penelitian mengenai ganja medis belum dilakukan karena masih ada tumbuhan lain yang lebih minim risiko daripada ganja.

"Kita mempertimbangkan risk-benefit-nya. Risk masih lebih besar daripada benefit-nya," tutup dr Danang.



Simak Video "Pesan Berantai soal Pasien BPJS Kesehatan Darurat Dipastikan Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)