Senin, 14 Okt 2019 14:05 WIB

Ramai Kasus Nyinyir di Medsos Berujung Hukuman, Kenapa Kita Suka Nyinyir?

Firdaus Anwar - detikHealth
Nyinyir di media sosial bisa karena berbagai hal. (Foto: Thinkstock) Nyinyir di media sosial bisa karena berbagai hal. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Belakangan ramai kasus anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dicopot dari jabatannya karena perilaku istri yang nyinyir di media sosial. Memangnya kenapa sih kita sepertinya sulit meninggalkan kebiasaan nyinyir?

Editor dari jurnal Consumer Psychology, Raj Raghunatha, mengatakan bahwa sikap nyinyir yang ia sebut "sinis sosial" bisa muncul karena beberapa alasan psikologis.

Alasan pertama menurut Raj mengapa orang-orang suka nyinyir bisa jadi karena tidak mudah percaya dengan orang lain. Ini hal dasar yang mungkin bermanfaat di kondisi ekstrem ketika seseorang harus bertahan hidup mementingkan kebutuhannya.


Namun demikian di zaman modern sikap nyinyir justru tumbuh karena perasaan tidak senang dengan orang lain. Beberapa ahli melihat nyinyir dijadikan cara untuk menjatuhkan orang lain sehingga dirinya bisa merasa lebih baik.

"Kedua orang-orang nyinyir cenderung bertindak untuk mempengaruhi lingkungan, menghasilkan lebih banyak negativitas," kata Raj seperti dikutip dari Phsycology Today.

Dengan pandangan negatif yang tersebar, seseorang yang suka nyinyir akan menarik orang lain dengan pandangan serupa. Semakin banyak teman maka akan semakin kuat pandangan negatifnya.

"Untuk menghilangkan kebiasaan sinis ini bisa jadi hal sulit, karena sebagian besar orang tidak sadar bahwa dirinya terlalu sinis. Jadi pertama kamu harus tahu dulu apakah kamu memiliki sikap sinis yang kelewat batas," kata Raj.





Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)